by

Yuspita Palupi Peduli Dunia Pendidikan Luncurkan Gerakan “Sedekah Sepatu Layak Pakai”

-Inspirasi, Update-dibaca 999 kali | Dibagikan 28 Kali

Pendidikan tidak hanya membutuhkan biaya sekolah. Tapi juga membutuhkan sarana pendukung sekolah anak. Seperti buku, seragam, tas hingga sepatu. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk para peserta didik telah memberikan angin segar untuk anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi.

Melihat tidak sedikit peserta didik yang masih menggunakan sepatu kurang layak pakai karena keterbatasan ekonomi. Mendorong Yuspita Palupi, perempuan insipratif ini tergerak  mengajak relawan membentuk gerakan “Sedekah Sepatu Layak Pakai”.

Ia bersama relawan lainnya ingin berbagi menolong anak-anak yang masih kekurangan. Dengan bermodalkan semangat berbagi manfaat dan meringankan beban orang lain.

Gerakan yang berjalan belum lama ini mendapat respon positif dari berbagai pihak. Banyak donatur dari berbagai daerah yang telah menyumbangkan sepatu layak pakainya. Dan sebagian sepatu tersebut telah disalurkan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara.

“Awalnya hanya ingin berbagi. Menyalurkan sepatu-sepatu layak pakai yang kondisinya masih baik dan masih bisa dimanfaatkan, ” ujar ibu satu orang anak itu.

Tepatnya, 4 Juni 2020 ia akhirnya mengajak sejumlah relawan yang ada di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas untuk ikut andil dalam gerakan ini. Publikasi penerimaan donasi dilakukan dengan cara sederhana, getok tular via sosmed.

“Kami mengajak para calon donatur via status WhatsApps dan pesan di WA Group. Intinya mengajak banyak orang untuk ikutan berdonasi, ” kata dia.

Respons yang diterima diakui mantan jurnalis ini di luar ekspektasi. Beberapa donatur dari luar kota tak hanya berkirim donasi berupa uang tapi juga mengirimkan koleksi sepatu mereka. Ada juga donatur dari luar negeri yang mengirimkan uang untuk membelikan sepatu sekolah baru untuk anak yatim piatu.

“Kami intinya hanya menyalurkan apa yang menjadi amanah donatur. Ada yang minta tolong menyalurkan Alquran kami bantu salurkan. Ada yang nitip dibelikan sepatu sekolah baru kami belikan dan salurkan sebaik mungkin, ” katanya.

Menurut dia, sasaran kegiatan Sedekah Sepatu Layak Pakai dicari langsung oleh para relawan door to door. Penerima sepatu sekolah kebanyakan adalah anak yatim piatu yang tidak tinggal di panti.

“Data penerima, murni hasil gerilya relawan yang ada di daerah. Sampai saat ini, tercatat sebanyak 150 pasang sepatu bekas dan baru telah terdistribusikan,” ujarnya.

Seorang relawan Sedekah Sepatu Layak Pakai area Kecamatan Rembang Purbalingga, Ina Farida mengatakan sepatu yang didonasikan masih dalam kondisi baik. Jahitan dan sol sepatu masih baik. Hanya kotor dan berdebu. Sehingga sebelum didistribusikan sepatu-sepatu tersebut di masukan loundry  sepatu agar saat diterima kan kondisinya bersih, rapi, dan wangi.

“Kita mendapat support dari Spatoo Purwokerto. Kebetulan ownernya memberikan harga khusus untuk pencucian tiap pasang sepatu donasi, ” kata aktivis sosial ini.

Salah satu penerima donasi sepatu dan Al-Quran, Aryanu Hilmi (8) warga Desa Sumampir Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga mengaku sangat senang tahun ajaran baru nanti ia memiliki sepatu sekolah baru. Meski sampai detik ini belum ada kepastian kapan proses belajar mengajar di sekolah bakal diselenggarakan seperti sedia kala.

“Alhamdulillah, Alqurannya nanti juga bisa dibawa buat sekolah,” ungkap Aryanu.

Hal yang sama juga disampaikan, Sachi yatim piatu yang saat ini tinggal bersama sang nenek yang berstatus janda. Iamengaku gembira memiliki sepatu sekolah baru.

 

 

Comment

Berita Lainnya