by

YKCI Edukasi ke SD Negeri 1 Tegalpingen – Kekerasan terhadap Anak terus Meningkat

-Pendidikan-dibaca 123.16Rb kali | Dibagikan 68 Kali

ykci di sdn 1 tegal pingen

 

PURBALINGGA–Sebagai upaya sosialisasi sejak dini untuk mencegah kekerasan terhadap anak, Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) melakukan edukasi ke SD Negeri 1 Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan,Purbalingga, Selasa (26/4). Sebanyak 231 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan jajaran dewan guru sekolah itu , diajari oleh Ketua YKI, Betania Eden tentang cara -cara menangkal  kekerasan jika sewaktu-waktu menimpa mereka. Pasalnya,  kasus pelanggaran hak anak, seperti pencabulan , pelecehan seksual  dan sebagaina terus meningkat. Berdasaran data ,  sebanyak 21.689.987 laporan kasus pelanggaran hak anak terjadi di 33 provinsi di Indonesia selama lima tahun belakangan.

Kegiatan edukasi yang dilakukan YKI itu sebagai bhakti sosial terkait rangkaian perayaan Paskah yang digelar oleh Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) Purbalingga bersama TNI-Polri.Sementara dalam edukasi di SDN 1 Tegalpingen itu, hadir Ketua Panitia perayaan Paskah BKSAG-TNI Polisi tingkat Kabupaten Purbalingga, Pdt Yappi Widyatmadja, S.Th dan suami Betania Eden, Pdt Dwi Krismawan.

Dibawakan dengan gaya santai dan diselingi lagu-lagu, Betania Eden menjelaskan, kekerasan terhadap anak bisa dilakukan siapa saja, yakni orang tua dan orang-orang di sekitar anak. Untuk itu, kekerasan harus  dicegah dan diatasi.

Betania Eden mengakui, mraknya kejahatan seksual yang terjadi belakangan ini tentunya membuat orang tua semakin khawatir dengan keselamatan anak-anaknya.

“Nah, inilah saatnya menjelaskan pada anak bahwa tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya dengan tidak wajar. Berikan pemahaman dan ajarkan anak untuk menolak segala perbuatan yang tidak senonoh dengan segera meninggalkan dimana sentuhan tersebut terjadi. Ingatkan anak untuk tidak gampang mempercayai orang asing,  dan buat anak untuk selalu menceritakan jika terjadi sesuatu dengan dirinya,” saran Betania Eden.

Disarankan juga, bila terjadi kekerasan fisik, psikhis ataupun seksual ada baiknya segera laporkan pada pihak yang berwajib. Hal ini bertujuan agar segera diambil tindakan lebih lanjut terhadap tersangka dan mengurangi angka kejahatan yang sama terjadi. Sementara untuk korbannya harus segera mendapatkan bantuan ahli medis serta dukungan dari keluarganya.

Betania Eden mengakui, apa yang dilakukan pihaknya saat ini adalah tindakan kecil, namun sejatinya bisa memberi dampak secara luas.Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang memperhatikan tunas-tunasnya.

YKCI, lanjut Betania Eden, berdiri pada 13 Mei 2015, namun yayasan ini telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mengedukasi anak dan juga guru sejak dua tahun lalu. “Ini kami lakukan sebagai bukti kecintaan kami  pada Bangsa Indonesia. Kami  melihat bahwa angka kekerasan pada anak itu semakin tinggi, tahun lalu  tercatat 2034 kasus, dan 80 persen itu kekerasan seksual,” ujarnya.

Betania Eden sempat bertanya kepada Komnas Perlindungan Anak,  Kak Seto dan Aris Merdeka Sirait, bahwa  mereka menyatakan trauma yang diakibatkan kekerasan seksual pada anak itu tidak bisa  dipulihkan. “Namun saya membantah bahwa itu bisa dilakukan yakni dengan kekuatan cinta,” ujarnya.

Ditambahkan Betania, mereka bisa dipulihkan, di mana mereka mendapatkan kekerasan karena  kehilangan cinta, dan cinta yang sejati  bisa menyembuhkan.

“Dengan cinta sejati itu saya keliling Indonesia mengedukasi sekolah-sekolah dan guru tentang arti penting  perlindungan anak.Sebab mereka dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.

Pdt Yappi Widyatmadja, S.Th selaku ketua panitia Paskah BKSAG-TNI Polri tingat Kabupaten Purballingga menambahkan, perayaan Paskah akan digelar Rabu (27/4) mulai jam 18.30 WIB di Pendopo Dipokusumo, dihadiri kurang lebih 1000 lebih umat Kristiani se Kabupaten Purbalingga. Dijadwalkan,  Bupati Purbaingga Tasdi, dan Wail Bupati Dyah Hayuning Pratiwi,  akan menghadiri perayaan Paskah.

Sebelum perayaan paskah digelar, pada pagi harinya YKCI akan melakukan bhakti sosial di Lembaga Pemasyarakat Purbalingga.

“Lewat bhakti sosial ini, kami mengajak agar gereja-gereja di Purbalingga peduli pada kaum tersisih, seperti nara pidana maupun korban kekerasan. Bagaimanapun mereka adalah orang yang berharga di mata Tuhan, sehingga kita harus bisa menerima mereka dengan kasih,”   ujar Pdt Yappi Widyatmaja yang juga Gembala Sidang Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia “Kristus Tabib” –    Purbalingga.

Comment

Berita Lainnya