by

Yayasan Pilar Purbalingga – Menjadikan Purbalingga Bikin Bangga

-Inspirasi-dibaca 138.80Rb kali | Dibagikan 107 Kali

 

DSC_0665

Ketua Yayasan Pilar Purbalingga, Sri Wahyuni, A.KS mengungkapkan, yayasan ini diinisiasi oleh komunitas perduli Purbalingga, yang memiliki pengalaman dalam bidang pemberdayaan, sehingga memiliki kompetensi yang cukup untuk bersinergi bersama dalam membangun kemandirian.

Yayasan Pilar Purbalingga mengemban visi “Menjadikan Purbalingga Bikin Bangga” bagi seluruh masyarakat Purbalingga. Yayasan Pilar Purbalingga adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat independen, nirlaba dan non partisan.

Didirikan pada tanggal 16 Peburuai 2016 sebagai wadah bersama dalam mengembangan kreasi dan ajang berkontribusi membangun serta memajukan Purbalingga, guna menjadikan Purbalingga sebagai sebuah kota dan komunitas yang Bikin Bangga.

“Salah satu misinya adalah penguatan dan pendampingan komunitas guna mewujudkan kemandirian melalui pendekatan pemberdayaan,”ungkap Yuni yang juga ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purbalingga.

Ia menambahkan, misi yang lain adalah pengembangan potensi sumberdaya local melalui pendekatan kemitraan, pengembangan jiwa entrepreneuship antara lain melalui sekolah wirausaha mandiri, penguatan dan pendampingan difabel utamanya pengarusutamaan isu difailitas dan pengarusutamaan isu lingkungan hidup khususnya manajemen persampahan dan sanitasi berbasis masyarakat.

Permasalahan Penyandang Disabilitas

Dalam permasalahan penyandang disabilitas lanjut Yuni, sangatlah kompleks. Bukan hanya masalah pendataan saja. Tetapi juga, keterbatasan aksesibilitas baik fisik maupun non fisik para penyandang disabilitas untuk melakukan aktifitas dalam kesehariannya, seperti aktifitas penggunaan sarana dan prasarana umum, baik itu bangunan pendidikan, bangunan kesehatan, dan lain-lain.

Disabilitas merupakan kata lain yang merujuk pada penyandang cacat atau difabel. Bagi masyarakat awam, kata disabilitas mungkin terkesan kurang familiar karena mereka umumnya lebih mudah menggunakan istilah penyandang cacat.

Membahas masalah disabilitas dan pandangan masyarakat merupakan sebuah ironi. Para kaum disabilitas membutuhkan bantuan dan respon positif dari masyarakat untuk berkembang, tetapi mereka justru mendapatkan perlakuan berbeda dari masyarakat.

Umumnya masyarakat menghindari kaum disabilitas dari kehidupan mereka. Alasannya sederhana, karena mereka tidak ingin mendapatkan efek negatif dari kemunculan kaum disabilitas dalam kehidupan mereka seperti sumber aib, dikucilkan dalam pergaulan, dan permasalahan lainnya.

Apakah kita pernah berpikir tentang disabilitas di sekitar kita? Apakah kita pernah menganggap keberadaaan mereka? Bagaimana perasaan kita jika takdir menghendaki kita sebagai salah satu bagian dari kaum disabilitas?

“Jawaban dari pertanyaan itu semua dapat mencerminkan kepedulian kita terhadap masalah disabilitas. Semakin kita dekat dan peduli dengan mereka, maka akan semakin baik,”ungkap Yuni.

Yayasan Pilar Purbalingga berharap bisa menjadi perintis kepedulian terhadap disabilitas. Dengan adanya perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi yang baik, diharapkan kampanye tentang kepedulian disabilitas dapat terus digalakan dengan baik.

“Kita berharap agar kemudahan bagi disabilitas penyandang cacat harus kita kedepankan,”ungkapnya.

Susunan Pengurus Yayasan Pilar Purbalingga, duduk sebagai Pembina adalah  Siswanto, S.Pt. M.Si, Hari Martono, ST, Eko Kristianto, SIK.M.Si, Sutrisno, SE.MMb. Jajaran Pengawas di isi oleh  Adi Purwanto, S.S.M.Si, Wahyu Budi Susapti, S.Pd, MM. Sedangkan Pengurus  adalah  Ketua : Sri Wahyuni, A.Ks, Sekretaris : Gunawan Setiadji, ST,  Bendahara : Mujianto Dwi Prasetia, SE. Alamat Perumahan Griya Abdi Kencana Jl. Sekar Melati I No.3 Purbalingga Wetan Purbalingga, Jawa Tengah 0281 8931284, pilarpurbalingga@gmail.com, www.pilarpurbalingga.com.

Comment

Berita Lainnya