by

Yayasan Pilar Purbalingga Fasilitasi – Penyandang Difabel Peroleh SIM D

-Inspirasi-dibaca 115.79Rb kali | Dibagikan 48 Kali

1

 

Ketua Yayasan Pilar Purbalingga Sri Wahyuni menyambut baik kebijakan yang diambil oleh Satlantas Polres Purba lingga. Dikatakan Yuni, salah satu program kerja yayasan adalah memberikan perhatian utama kepada para difabel. Karena, saat ini belum banyak fasilitas publik yang ramah terhadap penyandang disabilitas.

“Kami menyambut baik, Ini adalah bentuk dukungan Satlantas Purbalingga agar masya rakat tertib dalam berlalu lintas,” ujarnya setelah peluncuran SIM D dan simulasi uji praktek penyandang cacat oleh satlantas Polres Purbalingga di alun-alun Purbalingga Jum’at (14 Mei 2016).

Menurutnya, SIM D bagi para penyandang disabilitas wajib men jadi kebutuhan dalam menunjang mobilitas mereka untuk beraktivi tas sehari-hari. Bebera pa diantara mereka yang bekerja, ada juga untuk mendistribusikan pro duk hasil kerajinan tangannya.

“SIM D sangat dibutuhkan, sebagai legalitas para penyandang disabilitas boleh menge darai kendaran bermotor dijalan raya. Ini juga membantu ruang gerak untuk beraktivitas. Diharapkan dapat memotivasi teman-teman diffabel lainnya untuk beraktivitas,” katanya.

Yuni menambahkan, meskipun mereka tidak sempurna di fisik, namun mereka sempurna di hati dan pikiran,” Mereka anak-anak yang memiliki kelebihan yang diberikan Allah SWT, meskipun dengan kondisi fisik yang tidak sempurna, anak-anak disabilitas ini memiliki kemampuan dan bakat yang sangat luar biasa, dan pemerintah sendiri akan memberikan perhatian khusus untuk mereka,”ungkap Yuni

Hal senada diungkapkan Pendiri Yayasan Pilar Purbalingga Siswanto. Dikatakan Siswanto, kami lakukan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa disabilitas jangan dipandang sebagai sesuatu kekurangan, akan tetapi kita perlu memberikan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

“Harapannya, mereka bisa menjadi anak-anak yang maju, baik dilingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintah,”ungkap Siswanto.

Bupati Purbalingga, Tasdi mengungkapkan, penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Mereka hidup, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, dan mengadakan interaksi dengan anggota masyarakat lainnya. Namun, karena keadaan dan keterbatasan, mereka kerap tersisihkan dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu marilah kita dukung mereka dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang di sekitarnya jangan pernah mengabaikan hak-hak dan kewajiban mereka,”pesan Bupati Tasdi.

Acara pun semakin gumregah, ketika penampilan simulasi uji praktek sim D yang dilakukan oleh 13 penyanyang cacat. Dalam kegiatan itu juga ditampilkan permainan music drum dari anak-anak SDLB dan SD Purba Adhi Sutha Purbalingga

Comment

Berita Lainnya