by

Yayasan Ittihadul Falah Purbalingga Siap Melaksanakan Nasrul Ilmi Melalui Majelis taklim

-Inspirasi, Update-dibaca 9.75Rb kali | Dibagikan 73 Kali

Majelis taklim merupakan pendidikan diniyah nonformal yang dibentuk untuk memberikan pendidikan keagamaan. Proses pembelajaran di dalamnya mengarah kepada pembentukan akhlak mulia bagi jamaahnya. Majelis taklim memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi dakwah. Kedua, majelis taklim memiliki fungsi pendidikan. Artinya, kegiatan ini dilaksanakan dengan tidak formal dan tidak mengikat membuat masyarakat yang mengikuti kegiatan ini aktif tanpa ada paksaan.

“Tujuannya hanya satu, yakni Nasrul Ilmi atau menyebarkan ilmu. Syiar Agama Islam untuk anak-anak generasi masa depan. Terbuka untuk siapa saja yang berminat dan ingin meningkatkan ilmu serta memperdalam Agama Islam,” ungkap Pembina Yayasan Ittihadul Falah Purbalingga, Amin Muakhor usai mengikuti peletakan batu pertama pembangunan Majelis Taklim Ittihadul Falah di Kelurahan Karangmanyar, Purbalingga, Selasa (10 November 2020)

Ia menambahkan, umat Islam harus mau mempelajari ilmu agama secara mendalam. Tidak hanya Al-Quran dan hadits saja yang harus dipelajari. Namun, taat dan belajar ilmu dari ulama itu sangat penting. Karena dari ulama sebagian besar ilmu ini didapatkan. Memahami Agama Islam jangan hanya dari kulitnya atau secara tekstual saja, tetapi harus masuk ke wilayah isi agama itu sendiri (kontekstual) sehingga pemahaman agama Islam itu jadi komprehensif dan keseluruhan.

“Ini penting dalam membendung paham radikal terorisme, yang selama ini banyak menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan hadis yang dipahami secara dangkal, malah lebih sering maknanya diputarbalikkan,” ungkapnya.

Ketua 1 Yayasan Ittihadul Falah, Purnomo menjelaskan, Majelis Taklim ini sudah berjalan, ada sekira 160 santri dengan mengandalkan dua orang pembina. Pembelajaran dilaksanakan di Masjid As-Salam. Namun, tempatnya sudah tidak layak digunakan, sebab tidak memadai. Ada dua waktu pembelajaran, yakni siang hari sekira pukul 12.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib.

“Kalau malam hari dilaksanakan di bengkel cat mobil. Pembelajaran ini menghafal Al Quran. Ada Pak Kyai dan Bu Nyai Pujianto sebagai guru mengajinya,” ungkapnya

Berawal dari itu lanjut Purnomo, masyarakat tergerak untuk membuat sebuah bangunan yang layak. Gayung bersambut, ternyata ada tanah yang mau dijual sekitar daerah Masjid. Masyarakat memutuskan untuk membeli tanah itu.

“Kita beli tanah seluas 26,5 ubin dengan harga Rp400 juta. Terbeli sebulan lalu, Masyarakat antusias sekali, ingin segera memiliki gedung Majlis Taklim yang representative, kemudian cari donatur sana-sini. Akhirnya,  hari ini kita bisa mengawali pembangunan tahap awal peletakan batu pertama,” ungkapnya

Ia mengungkapkan, kedepan secara bertahap, Majelis Taklim Ittihadul Falah akan menjadi  Pondok Pesantren Modern. Tahap pertama sekarang TPQ, selanjutnya Diniyah.

“Bertahap, jika ada kemajuan langsung ke pendidikan formal. Ada kemajuan lagi nanti kita ke Pondok Pesantren,” ungkapnya

Peletakan batu pertama dilakukan oleh KH Shohibul Ulum (Gus Shohib), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Utsmani, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Gus Shohib merupakan putra KH Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Ploso, Kediri.

Untuk umat muslim yang ingin berwaqaf dapat menghubungi pengurus Yayasan Ittihadul Falah Purbalingga yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta RT 03 RW 02 Kelurahan Karangmanyar, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Dan apabila akan mengirimkan doansi dapat melalui Bank BRI Purbalingga nomer rekening 3724-01-020333-53-5 atas nama Yayasan Ittihadul Falah Purbalingga.

Comment

Berita Lainnya