Yasin, Warga Tangkisan Tekuni Pengobatan Herbal

By: On: Dibaca: dibaca 16.05Rbx
Yasin, Warga Tangkisan Tekuni Pengobatan Herbal

Pengolahan obat tradisional (herbal) dilakukan secara alami, tanpa campuran bahan kimia atau sintetik. Obat herbal bekerja secara menyeluruh (holistic). Selain menyembuhkan gejala penyakitnya, obat herbal bekerja sampai ke sumber penyakitnya. Dengan demikian obat herbal meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai cara untuk melawan penyakit.

Muhamad Yasin (48) warga Desa Tangkisan RT 01 RW 01, Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga telah menekuni dunia herbal selama lima belas tahun menyakini, obat herbal memiliki banyak khasiat. Satu jenis tumbuhan saja bisa digunakan untuk mengobati lebih dari satu penyakit.

“Tumbuh-tumbuhan ini lebih mudah diperoleh dan  telah disediakan oleh Sang Maha  Pencipta secara gratis di alam ini. Anda tidak perlu meminta resep dokter maupun pergi ke apotek untuk mendapatkannya. Namun demikian, Anda tetap membutuhkan petunjuk orang menguasai di bidang herbal untuk pemakaiannya. Pemakaian obat apapun secara sembarangan tidak disarankan,” ungkap Yasin.

Pria kelahiran Purbalingga 26 Oktober 1971 ini menceritakan pengalaman hidupnya, Ia pernah sakit hingga satu tahun dan bolak-balik berobat ke dokter. Terpikirolehnya untuk bisa mengobati sendiri bukan selalu berobat agar tidak merepotkan keluarga. Dia akhirnya memutuskan untuk berobat sekaligus belajar ke tempat pengobatan herbal dan terbukti sembuh.

“Bagi saya metode herbal itu cukup praktis dan aman digunakan,”ungkap Suami dari Supriyati.

Berkat tumbuh-tumbuhan herbal, Yasin yang juga Alumni SMP Negeri 1 Mrebet tahun 1988 ini sembuh dari sakitnya, Setelah sembuh dari sakitnya, Yasin bertekad untuk menekuni dunia pengobatan herbal dan membagikan ilmu yang bermaanfaat kepada orang lain.

Ketika ada orang lain mendapat “nikmat” sakit, Yasin tak segan menerapkan pengetahuan herbalnya untuk mengobati. Tumbuhan herbal kadang dicari sendiri, sebagian juga ada yang dibeli dari toko.

“Yang sulit adalah saat meraciknya, pengapian saat memasaknya harus tepat. Ada yang jika dimasak cukup lama semakin bagus khasiatnya, ada pula yang sebaliknya,” Bapak dari Sukma, Asri dan Ibnul.

Yasin mengungkapkan, seseorang yang memutuskan untuk menggunakan obat herbal sebagai pengobatan harus sabar menunggu hasilnya. Mengapa? Salah satu prinsip kerja herbal adalah reaksi obat herbal yang lambat. Tidak seperti obat kimia yang bisa langsung bereaksi, reaksi obat herbal dan manfaatnya umumnya baru dapat dirasakan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan penggunaan.

Hal itu disebabkan, senyawa-senyawa berkhasiat di dalam obat herbal membutuhkan waktu untuk menyatu dalam metabolisme tubuh. Berbeda dengan obat kimia yang bekerja dengan cara meredam rasa sakit dan gejalanya, obat herbal bekerja dengan berfokus pada sumber penyebabnya.

Artinya, reaksi obat herbal bekerja dengan cara membangun dan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh dengan memperbaiki sel dan organ-organ yang rusak.Tak heran, dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia.

“Obat herbal adalah solusi alami yang dinilai lebih baik dan aman dibandingkan dengan jenis obat lainnya,” ungkapnya

Sekilas mengenai herbal yang digunakan, Yasin menuturkan tidak setiap tumbuhan yang beracun itu berbahaya. Bahkan bisa dijadikan obat luar yang cukup mujarab. Secara teori ada yang memanfaatkan racun untuk melawan racun.

Diakuinya juga ada beberapa perbedaan metode pengobatan antara herbal dengan medis. Jika herbal murni alamiah wathoniah (menggunakan bahan alami) sedangkan medis umumnya menggunakan bahan kimia yang tentu memiliki efek samping.

“Tidak ketinggalan dalam pengobatan, selain alamiah wathoniah, saya juga tidak melepaskan unsur ilahiah dengan mendoakan secara ikhlas agar pasien cepat sembuh. Sebenarnya obat hanya membantu 15 % saja dari proses penyembuhan selebihnya ikhtiar dan kemauan dari pasien untuk sembuh,” Yasin.

Yasin pun memahami bahwa yang namanya sakit merupakan keniscayaan dialami setiap orang, sebab di dunia merupakan tempatnya ujian dan cobaan. Nikmat sehat dalam Islam adalah merupakan salah satu dari dua macam kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan juga nikmat kelapangan waktu atau kesempatan.

Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya, yaitu kesehatan dan kesempatan. Untuk itulah kita juga memerlukan pengetahuan bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah termasuk dalam hal nikmat yang satu ini.

Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus, dengan berbagai macam bentuk lahir dan batin. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai dalam memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan sesuatu pun oleh Allah.

“Penyebabnya ia tidak bersyukur kepada Allah dan tidak merasakan bahwa Allah telah memberi kepadanya sangat banyak dari permintannya,”ungkapnya.

Bagi Anda yang ingin memilih pengobatan herbal dapat berkonsultasi melalui WhatsApp 082136192432 atau dapat berkunjung ke rumahnya di Desa Tangkisan RT 01 RW 01, Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!