by

Wisatawan Owabong Purbalingga Dirapid Test. Banyak yang Membatalkan Kunjungan

-Update, Wisata-dibaca 7.55Rb kali | Dibagikan 36 Kali

Balai Kesehatan Masyarakat (Balkemas) Klaten dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga melakukan rapid test di objek wisata Owabong Purbalingga. Rapid test massal di objek wisata merupakan tindak lanjut dari surat Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, Dinkes bekerjasama dengan Balkemas Klaten. Kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, selama masa libur panjang pekan ini

“Rapid test itu dilakukan sejak Rabu (28 Oktober 2020) hingga Minggu (1 November 2020). Dalam sehari ditargetkan bisa melakukan rapid test ke 50 pengunjung. Namun rapid test ini sifatnya tidak memaksa. Tidak sedikit pengunjung yang menolak dan membatalkan kunjungannya,” ungkap Petugas Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Purbalingga Supriyatno

Ia menambahkan, jika hasil rapid test menunjukkan reaktif, maka pengunjung tersebut akan direkomendasi melakukan swab test-PCR di Puskesmas terdekat.

“Dari rapid test yang kami lakukan, belum ditemukan yang reaktif. Semuanya non reaktif,” ujarnya.

Direktur Owabong, Hartono menyampaikan, selama liburan kali ini peningkatan pengunjung tidak signifikan. Menurutnya banyak faktor yang mempengaruhinya. Selain karena masa pandemi juga karena faktor cuaca.

“Peningkatan ada, tapi tidak signifikan. Ya memang kondisinya sedang seperti ini (Pandemi, red), tapi juga karena cuaca sedang hujan terus,” kata dia.

Terkait dilakukannya rapid test di Owabong, pihaknya tidak mempermasalahkan. Meskipun berdampak juga pada jumlah kunjungan. Namun hal itu sudah menjadi aturan dan juga demi keamanan.

“Ya tidak apa, karena kondisi memang sedang seperti ini. Kita tetap ikuti aturan,” ujarnya.

Diakuinya, ada pengunjung yang memilih batal berkunjung. Baik yang perorangan maupun yang rombongan. Bahkan, dari rombongan-rombongan bus juga ada yang membatalkan.

“Info dilakukan rapid testsudah disebarkan se-Jateng. Ada rombongan rombongan yang akhirnya membatalkan kesini,” ujarnya.

Hartono menyampaikan, jika mengacu aturan pembatasan pengunjung, kuota kunjungan Owabong dalam sehari masih bisa menampung 12.000 ribu pengunjung. Namun, selama masa pandemi jumlah kunjungan tak pernah tembus sampai 10.000.

“Sesuai protokol di sini masih bisa menampung 12.000u pengunjung, tapi kunjungan tidak sampai 5.000. Masa liburan ini bisa tembus lima ribu saja sudah bagus, libur-libur biasa ya paling dua ribu pengunjung,” kata dia.

 

 

Comment

Berita Lainnya