Wartawan Cilik Espero Kunjungi Kampung lalu Lintas Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 22.10Rbx
Wartawan Cilik Espero Kunjungi Kampung lalu Lintas Purbalingga

 

Sebanyak 16 orang siswa SMP Negeri 2 Purbalingga yang tergabung dalam redaksi Majalah ESPERO mengunjungi kampung tertib lalu lintas di Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga, Jumat (19 Oktober 2018).

Dibawah bimbingan para Guru Nurhudati Purnaningsih,  Khatmi,  Septiningsih  dan Afit Setiadi. Mereka berkeliling di wilayah RT 04 RW 09 Kelurahan Purbalingga Wetan, sembari mendokumentasikan suasana kampung tertib lalu lintas yang sudah dipenuhi dengan rambu-rambu lalu lintas  dan poster-poster imbauan untuk tertib berlalu lintas.

Berbekal pelajaran teori yang diperoleh dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, para wartawan cilik mencoba kemampuannya untuk berani bertanya menggali informasi tentang kampung lalu lintas kepada warga.

Pemimpin Redaksi Majalah Espero, Shavira Aulia Rahmadani  mengungkapkan, seorang wartawan harus mengumpulkan fakta dan data reportase yang akurat melalui wawancara, pengamatan, dan observasi.

“Sebelum menulis menjadi berita, wartawan harus cek lapangan, cek narasumber, cek-kroscek agar berita yang ditulis bisa akurat, tidak salah. Informasi yang dicari saat reportase ialah yang berkaitan dengan kata tanya, yaitu apa (what), di mana (where), kapan (when), siapa (who), mengapa (why), dan bagaimana (how),”ungkapnya.

Untuk pemilihan tema kali ini ungkap Shavira, sengaja dipilihkan tema tertib lalu lintas. Kampung lalu lintas ini menjadi sasaran untuk menjadi bahan berita yang nantinya akan diterbitkan dalam majalah Espero. Pasalnya, kampung lalu lintas ini bisa menjadi salah satu wahana edukasi untuk seluruh masyarakat khususnya para siswa.

“Tertib lalu lintas penting sekali, kami siap mengkampanyekan serta menjadi pelopor  keselamatan dengan tertib berlalu lintas,”ungkapnya

Hal senada diungkapkan Faya Aryandana. Ia mengaku tertarik untuk menulis artikel kampung lalu lintas. Banyak bahan yang bisa dijadikan artikel berita. Kampung lalu lintas ini sudah dipasangi rambu-rambu lintas dan papan-papan imbauan dengan kalimat yang mudah dipahami, diantaranya tertulis “Aduh mama, sein kiri kok beloknya kanan”, Tak elok, ngebut disini”, “I love you, jangan ngebut”, “Makin ngebut makin dekat dengan celaka bro”, “Jauh dekat, tetap pakai helm”, “Anda tidak mentaati peraturan lalu lintas, jangan marah jika kami tegur”, “Tertib berlalu lintas, cermin masyarakat beradab”.

Selain itu terpampang papan pengenalan rambu-rambu lalu lintas, foto-foto tentang cara mengendarai kendaraan bermotor yang sesuai peraturan sebagai salah satu bentuk sosialisasi UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kampung lalu lintas ini keren lho, nanti saya akan membuat artikel tentang bahaya mengendarai kendaaran bermotor kalau belum cukup umur. Dan semoga ini dapat menjadi contoh agar teman-teman saya yang belum mempunyai SIM agar tidak mengendari sepeda motor,”ungkapnya.

Ketua RT setempat, Mahendra Yudhi Krisnha mengungkapkan, tujuan kampung tertib lalu lintas adalah sebagai salah satu sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa  agar tertib dan patuh berlalu lintas. Sehingga, angka kecelakaan lalu lintas,  utamanya korban kecelakaan lalu lintas bisa dikurangi

“Kami memulai pondasi tertib di lingkungan rumah kita sendiri, Kemudian kami memberikan inspirasi kepada warga yang lain untuk tertib juga,” katanya.

 

 

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!