Warga Sumampir Sambut Ramadhan dengan Pengajian dan Lesehan

By: On: Dibaca: dibaca 12.17Rbx
Warga Sumampir Sambut Ramadhan dengan Pengajian dan Lesehan

Datangnya bulan suci Ramadhan disambut gembira umat Islam di berbagai daerah di Indonesia. Banyak tradisi unik yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Salah satunya tradisi menyambut Ramadhan yang dilakukan warga Desa Sumampir Rt 02/08 Kecamatan Purwokerto Utara, Kamis (10/5/2018) malam. Untuk menyambut bulan suci, mereka menggelar pengajian dengan konsep lesehan di jalan.

Tradisi yang mereka sebut dengan istilah targhib ramadhan itu rutin mereka gelar setiap tahun menjelang Ramadhan. Tak hanya nelayan, kegiatan itu juga diikuti oleh keluarga nelayan.

Ketua Rt 02 Rw 08 Desa Sumampir Kecamatan Purwokerto Utara Aminudin mengungkapkan, tujuan dari acara untuk pembekalan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini berimbas kepada pembekalan kita dalam menjalani ibadah puasa, dan mudah-mudahan ramadhan di tahun 1439 Hijriah ini warga rt 02 rw08 meningkat derajat semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amin menghimbau kepada warganya untuk tidak bermain petasan. “Untuk lingkungan Rt 02 Rw 08 tidak dibenarkan untuk menyalakan petasan di bulan suci Ramadhan, karena hal itu sangat mengganggu kekhusyuan dalam beribadah,” himbaunya.

Dijelaskan Amin, amaliyah saum ini sangat mulia, karena tidak semua orang bisa berjumpa kembali dengan bulan ramadhan 1439 h “Jika bulan Ramadhan kali ini berlalu dengan begitu saja. Maka kita termasuk dengan manusia-manusia yang rugi. Oleh karenanya mari kita siasati puasa itu dengan baik dan benar dengan ilmu,” jelasnya.

Sementara itu Ust. Muhammad Nuskhi dalam tausiahnya menjelaskan ramadhan merupakan karunia Allah karena diberi kesempatak kembali oleh Allah untuk mencapai derajat tertinggi dari Iman yakni Takwa.

“Jadi takwa itu adalah tingkatan keimanan tertinggi manusia. Dibawah takwa adalah iman, dibawah iman, itu Islam. Pelaku Islam namanya Muslim. Nah, derajat paling rendah Iman seseorang itu adalah mualaf,” jelasnya.

Ust. Nuskhi menjelaskan sering orang banyak salah kaprah. Jika biasanya kalau ditanya, mualaf itu apa? Banyak orang yang mendefinisikan ‘Orang yang baru masuk Islam’. Itu tidak tepat. Orang yang baru masuk Islam itu namanya Muhtadin (orang yang mendapat petunjuk, orang yang mendapat hidayah). Sedangkan mualaf adalah orang Islam yang belum lengkap melaksanakan rukun Islam.

“Ia baru syahadat, belum solat, belum puasa. Itu namanya mualaf. Maka bisa jadi orang yang baru masuk Islam itu Mualaf, jika dia baru tau Syahadat. Tapi kalau sudah pinter, masa mualaf terus. Jadi mualaf itu yang paling rendah tingkatannya. Mudah-mudahan dengan ramadhan ini kita ditingkatkan keimananya,” tutup Nuskhi.(tgr)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!