Warga RW VI Kelurahan Purbalingga Wetan Tolak Penambangan Pasir di Kali Klawing

By: On: Dibaca: dibaca 35.98Rbx
Warga RW VI Kelurahan Purbalingga Wetan Tolak Penambangan Pasir di Kali Klawing

Rencana penambangan pasir di Sungai Klawing mendapat penolkan dari warga RW VI Kelurahan Purbalingga Wetan. Pasalnya, warga khawatir penambangan akan berdampak pada kerusakan infrastruktur dan kondisi kesehatan. Rencananya, truk-truk pengangkut pasir akan melalui jalan di RT 2 dan RT 3 wilayah tersebut.

Ketua RW VI Joko Santoso mengatakan, beberapa waktu lalu, sejumlah warga diundang untuk mengikuti pertemuan dengan calon penambang pasir. Dalam pertemuan tersebut disampaikan soal rencana penambangan pasir yang melintas jalan raya RW VI.

“Berdasarkan informasi tersebut maka pengurus RW melakukan pertemuan untuk melakukan pembahasan, dalam rapat jajaran pengurus RW disepakati warga menyatakan menolak, karena nantinya pengangkutan akan melintas di jalan di RT 2 dan RT 3,” kata Joko kepada cyber mendia lintas24.com, Kamis (25 Juli 2019)

Berdasarkan infromasi, nantinya akan ada puluhan truk yang melintas setiap harinya. Hal itu dinilai akan berpengaruh pada kondisi jalan. Selain itu, dari segi kesehatan juga dikhawatirkan berdampak pada warga karena polusi udara.

“Jumlah kendaraan yang keluar masuk bisa mencapai puluhan setiap harinya. Dikhwatirkan jalan akan rusak. Polusi udara juga terjadi,” ujarnya.

Ketua RT 1 Susmono, Ketua RT 2 Supriyo Edi dan Ketua RT 3 Suprih yang hadir dalam pertemuan tersebut juga sepakat menyatakan menolak. Supriyo Edi menambahkan pihaknya sudah memiliki rencana untuk melakukan pengelolaan kolam pemancingan yang  ada di wilayah RT 2. Keberadaan fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Penambangan pasir  di Sungai Klawing sangat berisiko bagi lingkungan. Maka kami menolak. Termasuk jika truk yang mengangkutnya melintas wilayah kami,” kata dia.

Terkait penolakan ini, pengurus RW dan RT akan membuat pernyataan tertulis yang dikirimkan kepada Lurah, Camat dan Bupati terkait penolakan penambangan pasir tersebut.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!