Warga Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga Bentuk Kampung Lalu Lintas

By: On: Dibaca: dibaca 53.21Rbx
Warga Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga Bentuk Kampung Lalu Lintas

Kampung Lalu Lintas biasanya dibentuk oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dimasing-masing Polres. Namun, Kali pertama di wilayah eks Karesidenan Banyumas, Kampung Lalu Lintas yang berdiri di  Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga, Kelurahan Purbalingga Wetan RT 4 RW 9, Kecamatan Purbalingga ini merupakan insiatif dari warga.

Kasatlantas Polres Purbalingga, AKP Sukarwan, SH.,MM yang belum lama ini meninjau Kampung Lalu Lintas bersama Dinhub, DPU Kabupaten Purbalingga mengungkapkan, Kampung Lalu Lintas ini sebagai bukti tingkat kesadaran warga untuk menjadi pelopor menuju keselamatan berlalu-lintas sudah baik

“Tak perlu diperintah, warga sudah bergerak sendiri. Harapan kami Kampung Lalu Lintas ini dapat memberikan manfaat lebih. Serta mengedukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mulai dari anak – anak hingga dewasa agar tertib dan patuh berlalu lintas. Mudah-mudahan keberadaan Kampung Lalu Lintas ini bisa meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunya,” imbuhnya.

Ketua RT 4 RW 9 Kelurahan Purbalingga Wetan, Mahendra Yudhi Krisnha mengungkapkan, Kampung Lalu Lintas ini berdiri sebagai pengejawantahan pembinaan dan penyuluhan yang kerap dilakukan oleh Satlantas Polres Purbalingga. Targetnya menjadikan masyarakat sebagai pelopor dalam upaya menuju keselamatan berlalu-lintas.

“Awal mula ide dibuatnya Kampung Tertib Lalu Lintas ini, berasal dari rapat RT yang digelar oleh warga. Warga prihatin tingginya angka kecelakaan lalu-lintas di jalanan. Serta banyaknya jumlah pelanggaran lalu lintas,” tuturnya,(8/10).

Atas dasar tersebut, dia mengungkapkan, warga sepakat membuat Kampung Lalu Lintas di RT mereka. Dia keberadaan Kampung Lalu Lintas ini bisa meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunya.

“Dananya merupakan dana swadaya dari masyarakat. Kami ingin menjadikan wilayah kami sebagai pioner kampung tertib lalu lintas di wilayah Kabupaten Purbalingga, ” imbuhnya.

Di sepanjang Jalan Sekar Seroja 1 dan Sekar Tanjung Raya di wilayah RT yang dihuni oleh 78 kepala keluarga tersebut terdapat puluhan simbol rambu-rambu lalu lintas. Selain simbol rambu-rambu lalu lintas, juga terdapat puluhan poster imbauan keselamatan berlalu lintas yang terpasang di samping kanan kiri jalan. Uniknya, tulisan pada banner menggunakan bahasa kekinian yang cukup menggelitik.

Di antaranya, ‘Aduh mama, sein kiri kok beloknya kanan.’ Ada juga ‘Tak elok, ngebut disini.’ ‘I love you, jangan ngebut.’ ‘Makin ngebut makin dekat dengan celaka bro’.’Jauh dekat, tetap pakai helm’. ‘ Anda tidak mentaati peraturan lalu lintas, jangan marah jika kami tegur.’ ‘Tertib berlalu lintas, cermin masyarakat beradab’. Selain itu, sudah terpampang papan pengenalan rambu-rambu lalu lintas, foto-foto tentang cara  mengendarai kendaraan bermotor yang sesuai peraturan sebagai salah satu bentuk sosialisasi UU RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tak hanya itu, kami juga membuat papan penunjuk arah seperti rambu lalu lintas penunjuk arah yang ada di jalan raya. Kami buat itu, agar warga tak tersesat jika masuk ke wilayah perumahan kami,” lanjutnya.

Yudhi menambahkan, masih ada rencana yang sedang dikerjakan, diantaranya pembuatan Pos Baca Lalu Lintas dan Becak Pustaka sebagai sarana edukasi kepada warga pentingnya literasi serta diharapkan menjadi tambahan asupan pengetahuan. Untuk memenuhi kebutuhan buku-buku di Pos Baca Lalu Lintas dan Becak Pustaka, warga diwajibkan menyumbangkan paling sedikit 2 buku, kalau dihitung kami akan bisa mengumpulkan 156 buku.

“Untuk Becak Pustaka ini, kita masih berusaha mengumpulkan dana, rencananya akan dicat menyerupai identitas Satlantas yang menonjolkan warna biru muda dan putih dilengkapi dengan jenis-jenis lampu strobo merah, kuning dan biru serta dilengkapi audio visual,”ungkapnya

Bendahara RT tersebut, yang juga merupakan anggota Unit Regident Satlantas Polres Purbalingga Hendro Ariwibowo menyatakan, jika keberadaan Kampung Lalu-lintas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam tertib berlalulu-lintas di jalan raya dengan baik dan aman.

“Kami memulai pondasi tertib di lingkungan rumah kita sendiri, Kemudian kami memberikan inspirasi kepada warga yang lain untuk tertib juga. Kemudian Kampung ini adalah kawasan tertib sehingga jika ada orang lain yang masuk sadar di sini kampung tertib sehingga harus mematuhi. Kalau mereka melanggar warganya akan mengingatkan secara edukasi,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!