by

Warga Kemangkon Protes Jalan di Kemojing Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang

-Peristiwa, Update-dibaca 8.66Rb kali | Dibagikan 49 Kali

Sekira 10 orang warga Dusun Kemojing Desa/Kecamatan Kemangkon melakukan audiensi dengan Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana. Warga Dusun Kemojing didampingi 10 orang dari LSM Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) Purbalingga, mereka memprotes dan mengadukkan adanya kegiatan penambangan galian Golongan C di desa mereka. Kegiatan itu membuat rusak parah jalan sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer.

Satu perwakilan warga Desa Kemangkon, Nurokhman mengaku langsung melaporkan kepada Gubernur soal kondisi desanya. Dirinya melihat ada tambang yang berizin dan tidak berizin

“Ketika warga ke lokasi maka tambang yang tak berizin berhenti. Silakan kita lakukan pencocokan koordinat tambang, manakala tidak cocok dengan ordinat yang diizinkan maka itu ilegal,” katanya saat audensi, di komplek Pendapa Dipokusumo, Kamis (12 November 2020)

Ia menyatakan, warga menuntut kerusakan jalan itu diperbaiki, apa yang menjadi sebab rusaknya jalan silahkan dapat dinilai pemerintah.

“Perbaikan jalan ini akan berdampak pada sektor perekonomian dan keselamatan warga Desa Kemangkon,” ungkapnya.

Ketua BPPI Purbalingga yang ikut audiensi, Tito Rahmat Kurniawan menagatakan, pengangkutan ini dilakukan dengan muatan truk yang melebihi tonase membuat jalan rusak parah. Terbagi dalam jalan kabupaten 3,7 kilometer dan jalan desa kurang lebih 1 kilometer.

“Kami mewakili warga lainnya meminta pemkab bisa memiliki solusi atas kondisi ini,” ungkapnya

Ia menegaskan, warga sudah menyampaikan aspirasi kepada Kepala Desa Kemangkon, tapi seperti ada pembiaran. Padahal jalan yang rusak parah dapat berakibat kecelakaan bagi pengguna jalan. LSM BPPI Purbalingga mendukung pemerintah dengan tumbuhnya usaha.

“Namun bukan berarti berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan. Kalau merugikan, LSM BPPI akan membela,” ungkapnya.

Camat Kemangkon ,Yuni Rahayu menjelaskan, penambangan sudah legal. Hanya saja karena musim hujan, jalan semakin mudah rusak. Pihaknya sudah menyampaikan kepada penambang untuk ikut memperbaiki jalan yang rusak dan sudah ada upaya perbaikan namun belum signifikan.

“Upaya ini belum dapat terealisir karena proses yang harus ditempuh. Warga menghendaki jalan tersebut diperbaiki secepatnya,” tegas Yuni.

Kades Kemangkon, Sarengat mengungkapkan, atas nama Pemdes dan masyarakat Desa Kemangkon meminta adanya perbaikan jalan di Desa Kemangkon. Penambang yang sudah berizin adalah atas nama Sunandar Sucianto warga Dusun 3 RT 1 RW 5 Desa Kemangkon.

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana memastikan kades dan camat Kemangkon tidak pernah menerima “imbalan” atas kegiatan tambah tersebut. Menurutnya, daya ungkit permasalahan ini adalah adanya truk yang kapasitasnya melebihi tonase dan tidak ada komunikasi dengan warga. Namun jika jalan ditutup maka akan terjadi konflik dan jika terjadi konflik tidak pantas menjelang Pilkada.

“Akan saya turunkan Tim dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah ke lokasi dan waktunya akan dirahasiakan. Ada potensi untuk memperbaiki jalan yang rusak melalui APBDes namun pasti akan rusak lagi dan ini akan merepotkan Pemdes,” tuturnya.

Dia meminta Camat dan Kades harus menyurati penambang untuk berkontribusi memperbaiki jalan yang rusak. Harus segera ada kesepakatan dengan penambang tanpa anarkis. DPA Tahun 2021 ada alokasi anggaran perbaikan ruas Jalan Panican-Kemojing dengan volume pengaspalan 1,5 Km atau cor beton 0,5 Km. Pemprov Jateng akan mengalokasikan perbaikan jalan 3 Km.

Hasil pantauan media siber lintas24.com, Sabtu (14 November 2020) di Dusun Kemojong, kerusakan jalan sudah sangat berat, sampai tidak ada yang bisa dipilih lagi, terutama untuk kendaraan roda dua. Apalagi ditambah musim hujan, jalan sangat licin dan berbahaya untuk dilalui

Comment

Berita Lainnya