Warga Jatisaba Keberatan Truk Pasir Galian C Gunakan Jalan Letnan Kusni

By: On: Dibaca: dibaca 70.07Rbx
Warga Jatisaba Keberatan Truk Pasir Galian C Gunakan Jalan Letnan Kusni

Aktifitas pertambangan pasir atau lazim disebut galian C meresahkan warga Desa Jatisaba Kecamatan Purbalingga. Pasalnya, warga khawatir akan berdampak rusaknya jalan jika setiap hari dilalui truk pengangkut pasir dengan tonase melebihi kapasitas.

Baca Juga : Warga Desa Penaruban dan Desa Kalikajar Tolak Penambangan Galian C

Meluapkan keresahan itu, warga memasang banner bertuliskan truk pengangkut galian C dilarang melewati jalan Letnan Kusni dan truk galian C silahkan lewat jalur pinggir Sungai Klawing.

Baca Juga : Warga RW VI Kelurahan Purbalingga Wetan Tolak Penambangan Pasir di Kali Klawing

“Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan warga. Sudah sepuluh hari warga Desa Jatisaba memasang  banner itu,”ungkap Jaenal yang melintas di jalan Letnan Kusni, Selasa (6 Agustus 2019).

Baca Juga : Film “Tambang Pasir” Jawaranya FFP 2019

Kepala Desa Jatisaba, Endah Herni Untari mengungkapkan, sebenarnya penolakan tersebut sudah lama. Tuntutan dari warga diantaranya truk galian c tidak menggunakan akses Jalan Letnan Kusni karena muatannya melebihi tonase. Dampaknya akan merusak akses jalan.

“Penolakan tersebut benar – benar dari masyarakat Jatisaba. Kami mendukung apa yang menjadi tuntutan warga. Karena tuntutannya juga positif. Kita tidak menolak adanya aktifitas galian c yang sudah berizin resmi, tapi kami keberatan manakala truk galian c menggunakan akses jalan yang padat pemukiman,”ungkapnya

Ia menambahkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Jatisaba sudah bersurat kepada Kapolres Purbalingga. Inti isi surat itu, warga menyatakan keberatan jika jalan Letnan Kusni dilalaui truk galian c.

“Pemdes sebenarnya sudah memberi solusi kepada pihak penambang, yakni menggunakan jalan di pinggir sungai dengan cara pembebasan tanah milik warga,”ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman mengakui sudah menerima surat dari Pemdes Jatisaba

“Kami turun langsung untuk mengantisipasi jangan sampai ada dampak yang tidak diinginkan antara investor dengan masyarakat. Sebenarnya itu permasalahan penggunaan fasilitas jalan desa. Kedepan kita akan memfasilitasi dan akan memediasi semua yang berkepentingan. Saya belum cek ijin tambang itu resmi atau tidak. Nanti saya akan cek izin tambangnya serta permasalahan yang ada. Dan juga jangan sampai investor-Investor tidak mau datang ke Purbalingga karena takut,” ungkapnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!