Warga Desa Penaruban dan Desa Kalikajar Tolak Penambangan Galian C

By: On: Dibaca: dibaca 4.22Rbx
Warga Desa Penaruban dan Desa Kalikajar Tolak Penambangan Galian C

Warga Desa Penaruban dan Desa Kalikajar, menolak penambangan galian C dengan menggunakan alat berat. Penolakan galian C berdasarkan musyawarah warga. Sehingga saat ini penambangan galian C tidak lagi beroperasi.

“Penambangan yang masuk wilayah RT 02 RW 02 Desa Penaruban, memang sudah beroperasi sejak Oktober lalu. Melihat dampak lingkungan yang ditimbulkan, warga sepakat meminta pihak penambang berhenti beroperasi di wilayah sini,” ujar PJ Sekretaris Desa Penaruban Saein kepada cyber media lintas24.com

Dikatakan, pihak penambang sempat mengalihkan target lokasi penambangan ke Desa Kalikajar setelah berhenti beroperasi di Desa Penaruban. Namun warga yang mengetahui ada alat berat di wilayah desanya, langsung melakukan penolakan hingga sempat terjadi demonstrasi pada Senin (6/5).

Sekretaris Desa Penaruban, Yono mengatakan, penambangan sebenarnya belum sempat beroperasi penuh. Awalnya pihak penambang mengatakan hanya menitipkan alat berat. Namun warga merasa curiga.

“Sudah ada bego di RT 04 RW 03, samping Desa Penaruban. Pada H-1 sebelum demo, bego sudah ditempatkan. Setelah musyawarah, warga melakukan aksi penolakan keesokan harinya. Dikhawatirkan mereka tiba-tiba melakukan penggalian,” ujar Yono.

Yono mengatakan, dampak dari penambangan dapat merusak lingkungan sekitar. Apalagi jika penambangan dilakukan di wilayah tikungan dalam.

“Bisa menyebabkan erosi. Beda dengan yang di Wirasana, yang tikungan luar,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, pihak penambang sebelumnya tidak pernah meminta izin dengan pemdes.

“Tidak ada izin. Selain itu warga juga menolak,” ujarnya.

Setelah warga melakukan demo, pihak penambang yang merupakan pihak perseorangan membuat surat pernyataan. Yang menyatakan tidak akan melakukan aktivitas penambangan dengan alat berat, baik di Desa Penaruban maupun Desa Kalikajar.

Kemudian, excavator yang ada di Desa Kalikajar dipindahkan pada Selasa (7/5), ke titik yang mempunyai izin penambangan. “Saat ini sudah tidak ada lagi alat berat. Sebenarnya sudah pernah ada penolakan serupa. Tapi tidak kapok,” terangnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!