by

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen:  Pondok Pesantren Diminta Buat Satgas Jaga Santri

-Pendidikan, Update-dibaca 3.55Rb kali | Dibagikan 45 Kali

Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) dimintai untuk membuat satgas Jaga Santri. Tujuannya, untuk mengawasi protokol kesehatan sekaligus melakukan penanganan ketahanan ekonomi di pondok.  Hal ini penting lantaran, pondok pesantren merupakan institusi yang menggabungkan pendidikan formal dan agama. Selain itu, pola pendidikan di ponpes sulit jika harus meniru sekolah formal pada umumnya.

“Peran Jaga Santri tak ubahnya seperti konsep Jogo Tonggo Jawa Tengah Di pesantren ada yang kita istilahkan Jaga Santri , yang kemudian di link kan dengan Jogo Tonggo di desa setempat, sehingga lebih cepat. Itu untuk menangani dampak ekonomi, misalnya terkait pasokan bahan makanan di pesantren bagi para santri. Selain itu mereka juga akan bekerjasama dengan puskesmas bilamana ada santri yang sakit (gejala Covid-19),” tutur Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang lebih sering dipanggil Gus Yasin usai mengikuti rapat evaluasi penanganan Covid-19, di Ruang Rapat Gubernur, Senin (15 Juni 2020).

Terkait kembalinya santri ke pondok, Gus Yasin menyebut sudah membuat berbagai pola acuan. Hal itu, didasarkan pada kunjungannya di beberapa ponpes, yang memiliki skenario pembelajaran jika pondok pesantren diizinkan untuk menggelar kembali proses belajar mengajar.  Di antaranya menggelar pendidikan dengan sistem shift, bilamana tidak semua santri menetap di pondok.

“Saya sudah melakukan konsultasi dengan dokter terkait mekanisme karantina Hal yang terpenting, adalah proses karantina terhadap santri, yang baru datang dari wilayah asal.  Selain itu, pengurus juga wajib menyediakan fasilitas basuh tangan dan sabun untuk para santrinya. Kalau ponpes agak kesulitan (belajar online) maka mereka harus kembali ke pesantren. Tetapi ada yang bertahap, kemarin di Banyumas itu ada yang menerapkan kedatangan bertahap, dua ratus dulu, kemudian dikarantina setelahnya datang lagi,” tutur Gus Yasin.

 

 

Comment

Berita Lainnya