by

Wagito, SPd Kepala SMP Negeri 1 Mrebet Pajang Buku Karya Guru dan Siswa di Perpustakaan

-Opini-dibaca 157.52Rb kali | Dibagikan 69 Kali
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

 

Menjadikan membaca sebagai sebuah budaya bagi guru dan siswa kita sampai hari ini bukanlah hal yang mudah. Sebenarnya, bila guru dan siswa mau membiasakan diri untuk membaca, maka akan tertanam dalam diri mereka suatu keadaan dan perasaan  selalu ingin tahu yang dapat menumbuhkan minat untuk selalu membaca.

“Mereka akan dapat merasakan kenikmatan membaca, hingga akhirnya ketagihan.”ungkap Kepala SMP Negeri 1 Mrebet Purbalingga Wagito kepada elemen dan lintas24.com diruang kerjanya.

Untuk menumbuhkan minat baca lanjut wagito, seharusnya sejak dini seharusnya dimulai dan dilakukan oleh orang tua di rumah pada masa usia prasekolah, dan kemudian berlanjut di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Dengan mengenalkan buku sejak dini, siswa telah dilatih untuk mengenal hingga akhirnya dapat mencintai buku.

“Guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan kegiatan membaca kreatif atau membaca yang menghasilkan penemuan meskipun hanya dalam bentuk yang sederhana,”ungkapnya

Sehingga lanjut Wagito, diharapkan siswa dapat menemukan sendiri pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan. Pemberian bekal ilmu di sini tentulah tidak seperti pandangan tradisional, di mana siswa dijejali dengan informasi oleh guru. Pemberian bekal ilmu, dewasa ini lebih merujuk pada pemberian kesempatan kepada siswa agar dirinya terstimulasi untuk menyerap informasi dan pengetahuan sebanyak-banyak dari berbagai sumber.

“Pastinya, sumber informasi dan pengetahuan itu utamanya adalah berupa bahan bacaan berupa buku,”tutur Wagito.

Wagito menambahkan, menyadarkan siswa dengan kampanye membaca untuk menarik bahwa bahan bacaan adalah sumber pengetahuan, informasi, dan hiburan yang punya karakter unik dan dapat dinikmati dengan cara yang berbeda dengan tontonan televisi. Kita tidak harus membendung budaya menonton televisi, karena lewat tontonan televisi sangat banyak informasi yang bisa guru dan siswa peroleh.

Baca Juga:  PENGARUH FASILITASBELAJAR TERHADAP PRESTASI SISWA - Lantief Karyono, S.Pd

“Informasi yang diberikan media televisi lebih cepat terserap dan selalu aktual. Barangkali, yang lebih tepatnya adalah mengurangi tontonan yang kurang bermanfaat bagi perkembangan intelektual dan hanya berfungsi sebagai hiburan semata, kemudian menggantikannya dengan kegiatan membaca,”pintanya.

Nah selanjutnya, baru meningkat ke budaya menulis tambah Wagito. Dikatakan, dapat dimulai dengan menyediakan suasana yang mendorong terbentuknya budaya membaca di sekolah. Hal ini misalnya dilakukan dengan membenahi perpustakaan sekolah yang telah ada. Kemudian menggerakkan penulisan buku-buku oleh guru dan siswa dan dipajang di dalam perpustakaan. Penulisan buku-buku oleh penulis dari guru sendiri dan siswa di sini maksudnya, buku yang ditulis oleh guru atau siswa yang memiliki interest dan kemampuan dalam bidang tulis-menulis.

“Jadikan hasil tulisan dari guru dan siswa sebagai bacaan dan pajanglah di perpustakaan agar budaya membaca dan menulis tertanam pada diri baik guru ataupun siswa,”ungkapnya. (mahendra yudhi krisnha)

 

Comment

Berita Lainnya