by

Waduk Cacaban Digelontor Anggaran Rp 40 Miliar dari Bank Dunia

-Daerah, Update-dibaca 3.91Rb kali | Dibagikan 15 Kali

Waduk Cacaban yang berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal digelontor anggaran perbaikan sebanyak Rp 40 miliar. Waduk Cacaban direncanakan dimulai bulan Oktober 2020 hingga Desember 2021 mendatang. Perbaikan Waduk Cacaban sendiri masuk dalam skala prioritas dari Proyek Peningkatan Operasional dan Keselamatan Bendungan Tahap 2 atau Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP2)

“Anggaran perbaikan sebesar Rp 40 miliar ini telah disiapkan Bank Dunia untuk membiayai sejumlah pekerjaan di dalamnya. Perbaikan juga bertujuan untuk meningkatkan fungsi operasional dan keselamatan Waduk Cacaban,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Muhammad Adek Rizaldi saat membuka Sosialisasi Rencana Pekerjaan Remidial di Waduk Cacaban

Remidial yang dimaksud, lanjut Rizaldi, adalah menata ulang kawasan bendungan. Ini akan dilakukan di dua lokasi, yaitu remedial pekerjaan tubuh bendungan, dan penataan kawasan di sekitar bendungan. Selain itu, juga dilakukan perbaikan pada spillway dan pengerukan sedimen.

“Jadi, selain memiliki fungsi pencadangan air di musim kemarau dan memberikan manfaat pada petani dan pelaku usaha lainnya, keberadaan bendungan juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut dia, pekerjaan remedial Waduk Cacaban harus segera dilakukan karena usia sudah sangat tua, yakni sekitar 62 tahun sejak pertama kalinya beroperasi di tahun 1958. Selain itu, nantinya, ada pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukannya. Terutama di bagian tubuh bendungan yang berada di pintu satu, yaitu aktifitas pariwisata. Dengan demikian, dalam revitalisasi pada tubuh bendungan, juga harus mensterilkan dari berbaga aktifitas, seperti pariwisata dan merelokasinya ke tempat lain yang lebih aman.

“Tragedi Situ Gintung di Tangerang, Banten yang jebol pada tahun 2009 lalu dan menewaskan ratusan orang itu kiranya harus menjadi pelajaran. Penyebabnya, selain faktor usia juga karena banyaknya aktifitas seperti wisata di tubuh bendungan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Kementerian PUPR. Pekerjaan remedial tersebut sangat menguntungkan. Tidak hanya bagi masyarakat petani, tapi juga pelaku usaha pariwisata.

“Melalui proyek ini, maka impian kita selama ini untuk menguatkan kembali citra Waduk Cacaban sebagai destinasi wisata unggulan dan andalan Kabupaten Tegal bisa segera terwujud,” tuturnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya