WACANA RESHUFFLE, Jokowi Harus Tinggalkan Politik Balas Budi

By: On: Dibaca: dibaca 78.32Rbx
WACANA RESHUFFLE, Jokowi Harus Tinggalkan Politik Balas Budi

Jokowi-Mega

Presiden Joko Widodo diminta segera melakukan perombakan cabinet, namun penyusunannya tanpa embel-embel politik balas budi. Menteri terpilih diisi figur yang benar-benar memahami bidang yang ditugaskan.

“Untuk pemilihan menteri ke depan jangan lagi berdasarkan jatah-jatahan dan titip-titipan,” ujar pengamat politik dari Founding Fathers House,  Syahrial Nasution di Jakarta, Senin (9/11).

Setahun masa pemerintahannya, Jokowi lebih banyak bekerja mengurusi kekisruhan yang diciptakan anak buahnya sendiri. Tentunya hal ini menguras waktu dan tenaga, namun di sisi lain tugas ke rakyat tak akan maksimal.

Karena itu, dalam reshuffle kali ini Jokowi harus lebih selektif. Jika perlu, Jokowi terjun langsung melakukan seleksi figure menteri. “Format ulang pola rekrutmen menteri,” tegasnya.

Terkait koalisi dalam sistem presidensial, menurut Syahrial, jauh lebih sulit dibandingkan dengan koalisi pada sistem parlementer.

Ada kelemahan dalam koalisi sistem presidensial. Dalam sistem ini, partai politik punya komitmen yang rendah untuk mendukung presiden.

Syahrial menjelaskan, anggota legislatif dari partai politik (parpol) yang punya menteri di kabinet tidak sepenuh hati mendukung pemerintah. Keinginan parpol untuk membubarkan koalisi lebih kuat dalam sistem presidensial.

Berkaca pada hal itu, sambung Syahrial, tidak mengherankan apabila parpol yang mendukung pemerintahan memiliki motif kepentingan masing-masing (vested interest). Contohnya tarik menarik soal jumlah kursi partai di Kabinet Kerja dan pengunaan dana desa.

Belakangan, kata dia, penggunaan dana desa Rp7 triliun mengundang polemik publik terutama soal transparansi penggunaan anggaran. Bahkan polemik ini sudah melibatkan KPK.  “Karena itu, JKW harus belajar dari fenomena politik yang terjadi di sekelilinginya,” ujarnya.

Pemilihan tak harus berdasarkan politik balas budi. Jokowi harus mengedepankan kompetensi, tentu saja tidak memiliki beban sejarah yang kelak akan menyandera.

“Masuknya Rizal Ramli bisa menjadi terobosan Jokowi untuk lepas dari motif politik tersebut,” tandas Syahrial.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!