“Uyon-uyon” Grup Karawitan SMPN 1 Bukateja Pukau Penonton

By: On: Dibaca: dibaca 17.95Rbx
“Uyon-uyon” Grup Karawitan SMPN 1 Bukateja  Pukau Penonton

Uyon-uyon di Pendopo  Dipokusumo, Purbalingga yang biasanya digelar setiap tanggal 17 malam, pada Selasa (17/3) malam lalu, lain dari biasanya. Pasalnya, jika selama ini yang mengisi adalah grup-grup karawitan dari kalangan dewasa, kali ini yang tampil grup karawitan “Atmaja Laras” yang beranggotakan para siswa-siswi  SMP Negeri  1 Bukateja.

Dengan piawai, sekitar 30 anak-anak memainkan gamelan, seperti Kendang, Bonang, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking, Kenong & Kethuk, Slenthem, Gender,  Gong,  Gambang  dan Kempul.

Mengenakan kostum dominan warna hitam yang dipadu bathik, mereka mebawakan beberapa gendhing medley, diantaranya Manyar Sewu, Ricik-ricik, Spot 6, Waru Doyong dan Ilir-Ilir.

       Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto  yang malam itu genap  berusia 60 tahun, ikut larut dalam suasana penampilan para siswa SMPN 1 Bukateja.

“Penampilan mereka luar biasa. Bagus, dan saya sangat terpukau. Itu menandakan, mereka sering berlatih karawitan. Saya menaruh apresiasi yang tinggi untuk grup karawitan siswa SMP Negeri  1 Bukateja ini,”  ujar Bupati  Sukento di sela-sela acara Uyon-uyon malam itu.

Pada kesempatan  itu, Bupati mendapat  kado bunga ulang tahun dan kue tart  dari para siswa SMPN 1 Bukateja. “Sungguh, ini ulang tahun ke 60 yang sangat berarti bagi saya,”  ujar Sukento, pria asli Purbalingga, kelahiran 17 Maret 1955 ini kepada lintas24.com.

Tak hanya Bupati, tamu undangan yang hadir malam itu, seperti Kabag Kesra Nurhadi, Kepala Dinas Pendidikan Tri Gunawan, staf ahli bupati Jarot Sopan Riyadi , dan ketua MKKS SMP Hartoko Hadi  serta tamu undangan lainnya ikut larut dalam uyon-uyon yang malam itu disiarkan langsung oleh Radio milik Pemkab Purbalingga, Suara Perwira. Mereka tampak menyimak setiap penampilan grup karawitan anak-anak itu.

Dan suasana uyon-uyon malam itu semakin meriah, ketika tampil guyon maton yang dibawakan oleh tiga siswa SMPN 1 Bukateja, yang terdiri I Madu nafsi Alian, Siti Nur Nginayah, dan Ayu Siti Mahmudah. Mereka saat ini masih duduk di kelas 8, dan malam itu membawakan guyon maton atau dagelan berjudul “Watu Akik”.

Para tamu undangan memberikan aplaus yang meriah, seusai  mereka tampil.

Tak mau kalah dengan penampilan para siswa-siswinya, jajaran dewan guru dan karyawan SMPN 1 Bukateja yang tergabung dalam grup karawitan “Dwija Laras”, malam itu membawakan beberapa gendhing yang menarik. Diantaranya, Randha Kempling, Nyidham Sari, Ricik-ricik, Aja Dipleroki, Prau Layar, Caping Gunung, Maju- Maju, Harjuna  Mangsah dan gandrung.

Kepala SMPN 1 Bukateja, Wasis Sudiantoro ikut pula bergabung membawakan tembang-tembang yang diiringi gamelan . Guru maupun karyawan tampil kompak dalam iringan gamelan yang rancak.

“Untuk menghibur hati seusai bekerja seharian, kami memang mewajibkan para guru dan karyawan untuk main gamelan. Sebenarnya, grup Dwija Laras baru setaun ini berdiri, namun antusiasme para guru dan karyawan, serta para siswa yang tergabung dalam “Atmaja Laras” cukup tinggi, sehingga hal ini membanggakan kami. Ini sebagai betuk kongkret melestarikan seni tradisional yang adi luhung,” ujar wasis Sudiantoro yang didampingi pelatih grup karawitan SMPN 1 Bukateja, Ki Tuwuh Purnama Jati.

Dalam penampilan uyon-uyon malam itu di Pendopo Dipokusumo, diselingi pula penampilan grup calung SMPN 1 Bobootsari. Penampilan grup calung yang sudah sering menyabet kejuaraan  ini, mampu memukau penonton hingga pertunjukan berakhir sekitar pukkul 22.00 WIB. (Mahendra Yudhi Krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!