by

UPT Dindik Kecamatan Karanganyar Akan Wujudkan JamBeMas

-Pendidikan-dibaca 113.60Rb kali | Dibagikan 50 Kali

jambudesa

 

PURBALINGGA- Belajar yang baik adalah belajar secara rutin, bukan belajar semalam suntuk menjelang ujian atau ulangan saja. Pengertian itu perlu terus ditumbuhkembangkan kepada anak-anak usia sekolah. Untuk itu perlu disepakati dan diwujudkan waktu belajar bagi para pelajar di rumah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Karanganyar, Aji Sukma Nunggal Ika, S.Pd.,M.Pd usia menghadiri pelepasan siswa kelas IV SD Negeri 1 Jambudesa, Rabu (25 Mei 2016).

Dikatakan Aji Sukma, salah satunya mewujudkan program jam belajar masyarakat (JamBeMas). Tujuannya menciptakan suasana yang kondusif dalam pelaksanaan belajar bagi para pelajar dirumah. Waktu belajar para pelajar dirumah sekarang dinilai semakin kendor. Padahal, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pendidikan dan kerekatan hubungan keluarga.

“JamBeMas ini mulai jam 18.00 Wib sampai dengan jam 21.00 Wib. Tidak terlalu lama, namun juga tidak terlalu pendek. Waktu yang dinilai cukup untuk belajar para pelajar di rumah,”ungkap Aji Sukma kepada lintas24.com dan elemen.

Aji Sukma menambahkan, program ini akan dilaksanakan dengan meminta komitmen dan dukungan penuh dari para orang tua dan masyarakat. Teknisnya akan dilakukan dengan penandatanganan pernyataan kesediaan bagi para orang tua yang mempunyai anak usia sekolah. Besok pada tahun ajaran baru seluruh orang tua akan membuat pernyataan dan diserahkan kepada guru dimasing –masing sekolah sesuai anaknya bersekolah

“Akan kita mulai untuk para orang tua siswa SD/ MI. Kami terus berkoordinasi dengan Pak Camat dan seluruh Kepala Desa. Diharapkan seluruh masyarakat menerapkan JamBeMas,”ungkapnya.

Ia menambahkan, seyogyanya di masing-masing RT juga dibentuk kelompok kerja yang bertugas menggerakan JamBeMas dan memantau pelaksaannya, namun kegiatan ini tidak mengatur sanksi bagi wilayah yang tidak menerapkannya.

“Memang tidak ada sanksi, kegiatan ini lebih untuk mendorong dan menguatkan gerakan JamBeMas,” kata Aji Sukma.

Ia menjelaskan, kegiatannya berupa fasilitasi sarana belajar, pendampingan proses belajar, konsulasi belajar, aktivitias yang menganggu belajar dihentikan. Misalnya televisi dimatikan agar anak-anak bisa fokus belajar.

“Selain itu mendorong masyarakat untuk saling belajar. Dicontohkan jika ada anak atau peserta didik yang kesulitan dapat bertanya ke kakak kelasnya yang ada di lingkungan sekitarnya,”ungkapnya.

Dukungan terhadap JamBeMas diungkapkan Anisa Marfungah seorang ibu warga Desa Condong. Sebelumnya, juga pernah digerakan JamBeMas, namun sudah kendor dan tidak ada peduli saling mengingatkan.

“Saya dan keluarga sangat setuju, apabila JamBeMas digalakan kembali. Jadi anak-anak tidak klayaban (bermain-red). Karena kegiatan tersebut diharapkan bisa menangkal dampak negatif televisi dan juga meningkatkan minat belajar anak-anak dirumah. (mahendra yudhi krisnha)

Comment

Berita Lainnya