Wakil Sekretaris Tanfidziyah PCNU Purbalingga, Muhammad Salim Efendi: Tidak benar itu, kalau ada calon yang mengatakan sudah direkomendasi oleh NU.

Uncategorized87 views

Baliho berukuran jumbo dan bergambar Ketua Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PC NU) Purbalingga KH Achmad Muhdzir terlihat terpasang di ruas jalan raya Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang.

Warna hijau mendominasi baliho itu. Logo Nadhlatul Ulama ditonjolkan didepan warna merah dan putih. Di baliho tersebut juga tertulis Relawan Ampuh serta menyertakan tulisan “Achmad Muhdzir untuk Purbalingga Hebat dan Bermartabat”.

Wakil Sekretaris Dewan Tanfidziyah PC NU Purbalingga, Muhammad Salim Efendi menuturkan, maksud dari tulisan Ampuh itu adalah dari Ahmad Muhdzir untuk Purbalingga agar hebat dan bermartabat. Hebat merupakan singkatan dari Humanis, Egaliter, Berkah, Amanah, Adil, Toleran

“Ini imbauan serta harapan dari Beliau Ketua Tanfidziyah agar NU diisi orang yang bermartabat dan tidak menjual  serta memanfaatkan organisasi untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya saat dihubungi cyber media lintas24.com, Senin (10 Januari 2020).

Terkait pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, Salim Efendi menambahkan, NU perlu menegaskan bahwa Bangsa Indonesia, terutama warga Nahdlatul Ulama adalah bangsa yang berbudaya, berakhlaq, ramah dan santun sehingga dapat menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain. Kami sampaikan pesan moral, bahwa NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang berpegang teguh pada Khittah-1926, yakni tidak berpolitik praktis karena bukan bukan organisasi politik.

“Tidak benar itu, kalau ada calon yang mengatakan sudah direkomendasi oleh NU. Karena, NU secara organisasi tidak dapat mendukung calon tertentu. Politik bagi NU adalah politik moral demi kebaikan masyarakat, bangsa, negara dan kemanusiaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Tanfidziyah PC NU Purbalingga, Ahmad Muhdzir usai acara Haul Jenderal Besar Sudirman, di Makodim 0702/ Purbalingga, Selasa (4 Februari 2020) mengungkapkan, NU mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk bersama-sama menjaga ketertiban, ketenangan dan keamanan bersama, baik sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan pilkada. Dalam konteks ini, NU mengimbau untuk memandang perbedaan sebagai rahmat.

“Intinya, secara organisasi ini ya, NU tidak dapat mendukung calon tertentu. Saya berharap, perbedaan pilihan calon kepala daerah tidak boleh menjadi alasan untuk perpecahan, apalagi saling menghasut, mengintimidasi dan memprovokasi dengan alasan apapun. Semua pihak harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *