by

Tri Handono, Pembuat Lontong Lezat Meneruskan Membuat Lontong Warisan Mertua

-Uncategorized-75 views

 

DSC_1531

Membuat lontong dengan cara dibungkus daun pisang dapat memberikan citarasa tersendiri pada lontong. Aroma yang dihasilkan oleh daun pisang yang membungkus lontong memberikan aroma yang berbeda

Yah, Lontong nama yang kerap kita dengar. Lontong merupakan variasi dari olahan nasi dengan tekstur lembek menyerupai bubur, hanya saja berbentuk padat. Sejak dulu, lontong memang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Rasanya yang lezat dibungkus daun pisang menjadi citarasa tersendiri bagi orang yang memakannya.

Tri Handono (44), salah satu pembuat lontong warga RT 02 RW 04 Kelurahan Purbalingga Wetan. Sudah lebih enam tahun, Dia bersama keluarganya menekuni pembuatan lontong.

Usaha pembuatan lontong ini merupakan warisan dari mertuanya. Sejak tahun 2004 hingga tahun  2010, Sang Mertua mengusung brand lontong “Bu Lemi”. Saat itu sekitar 1.500 lontong diproduksi setiap harinya.

Sapa sing ora ngerti karo lontong gaweane Bu Lemi (siapa yang tidak tahu lontong buatan Bu Lemi-red),”ungkap Pria lulusan STM YPT tahun1993 dalam logat Banyumasan.

Tri Handono mengaku, menjalankan usaha pembuatan lontong ini bersama istri dan anak-anaknya.Setiap harinya saya membuat 1.000 -1.500 lontong. Membuat lontong gampang-gampang susah. Kalau tidak hati-hati bisa jadi lembek, atau keras sekali dan mudah basi.

Lontong buatan Tri Handono sudah mempunyai pelanggan tetap, diantaranya pedagang sate ayam, pedagang aneka gorengan.Namun, tidak menutup untuk melayani pesanan dalam jumlah besar untuk acara-acara hajatan dan rapat-rapat sebagai pasangan sajian hidangan masakan.

“Lontong buatan saya bisa bertahan 2-3 hari, Karena saya selalu mengunakan beras dengan kualitas yang terbaik untuk mendapatkan cita rasa luar biasa.Harga jual untuk satu lontong, cukup ditebus Rp. 700,”ungkapnya.(yoga tri cahyono)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *