by

Sri Rejeki “Ino” Trisnowati Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Purbalingga

-Uncategorized-62 views

ino

Senyum Engkau Guruku, Selalu Kami Nantikan

Saat anak-anak, Sri Rejeki Trisnowati, S.Pd mempunyai cita-cita ingin menjadi bidan atau perawat yang bekerja di rumah sakit. Ino panggilan akrab dari murid-murid untuknya, profesi bidan atau perawat merupakan salah satu tindakan yang benar-benar terpuji.

Namun seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Ino menetapkan hati untuk memilih dunia pendidikan sebagai gantungan cita-cita. Ino terinspirasi gurunya saat di SMA

“Pak Guru Cio Cong Kwan tanpa pernah menggunakan bahasa Indonesia dalam mengajar dikelas, ini yang menjadi alasan saya tertarik untuk menjadi guru Bahasa Inggris,”ungkap Ino kepada Tabloid Elemen seperti dikutip dari Espero, majalah siswa SMP Negeri 2 Purbalingga.

Ino mengaku, setelah lulus SMA tahun 1975 dirinya malu untuk meminta uang pada orang tuanya. Ino bertekad mandiri, berusaha agar dapat mencari uang sendiri. Hal itu yang melatarbelakanginya  mengajar di TK Aisyiah pada tahun 1976-1978, Ino juga nyambi (selingan-red) menjadi karyawan paruh waktu di CV. FAM pada tahun 1978-1982. Pagi hari mengajar dan sore harinya bekerja. Ino juga pernah mengajar di SMP Darma Mulya dari tahun 1981 hingga tahun 2002.

Tahun 1982, Ino melanjutkan jenjang pendidikan diatasnya di  Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (PGSLP). Setelah lulus dari PGSLP kemudian masuk Univeritas Terbuka (UT) dengan meraih Sarjana Pendidikan.Namun , Ino jarang sekali menambahkan gelar di belakang namanya.

“Tidak harus kok, pakai “embel-embel “ (tambahan-red) gelar sarjana. Tidak digunakan pun tidak masalah bagi saya, “ungkap Ino.

Dimata para murid di SMP Negeri 2 Purbalingga, Ini dikenal   ramah dan murah senyum. Sudah 28 tahun Perempuan berkaca mata ini menjadi guru Bahasa Inggris di SMP N 2 Purbalingga. Ino mengidolakan sosok  Pahwalan Perempuan R A.  Kartini, yang menjadi perintis dan tonggak sejarah kesejajaran kaum perempuan dengan laki-laki.

“Pahlawan adalah manusia yang berguna bagi lingkungannya dan tidak harus berjuang di medan perang. Ayah dan Ibu adalah pahlawan juga karena Ayah menafkahi keluarga, dan Ibu yang melahirkan dan membesarkan serta mendidikan sejak dini anaknya,”ungkap Ino yang tinggal di Dususn Keponggok RT 01 RW 03 Kelurahan Wirasana, Purbalingga.

Dalam mendidikan para muridnya, perempuan yang sebelumnya bertempat tinggal di Jalan Panjaitan,  Kelurahan Purbalingga Lor, sebelah Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani. Ino selalu memberikan rambu-rambu agar setiap muridnya tidak saling berbenturan atau berselisih paham. Ino hanya menginginkan agar muridnya mau dan mampu bertindak untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Perbaiki hubungan dengan Allah SWT sang Maha Kuasa dan orang tua karena ridho Allah SWT merupakan ridho orang tua. Tanpa ridho orang tua, Allah SWT juga tidak akan ridho. Perbaiki hubungan dengan sesama manusia. Lakukan segala usaha semaksimal mungkin dengan disertai doa.

“Jadilah diri sendiri, “Be Your Self”. Beraktivitaslah seperti kendaraan di jalan tol, melangkah dan melaju tanpa dipengaruhi hal-hal negatif, sehingga cita-cita mapan dan tidak terombang-ambing oleh lingkungan negative,tutur Ino.

Ino juga berpesan kepada seluruh murid baik di SMP Negeri 2 Purbalingga maupun dimanapun berada, “Buah Mangga, Buah mentimun, petiklah dengan jarimu, daripada duduk melamun, angkatlah tangkai penamu”.

“Tulislah dengan pena, menulis dan bercerita serta mendonorkan hasil-hasil olah pikir melalui bidang jurnalistik. Pasti ada manfaatnya,”pesan Ino. (artikel ini tulisan Khansa Pramestiara, Shelvia Putri D, Virdhaus Maulana A, para reporter Majalah Espero angkatan Pertama dan artikel ini menjadi artikel pilihan terfavorit dalam Lomba Karya Jurnalistik Siswa SMP tahun 2015)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *