by

SPSI Purbalingga Dituding Tak Membela Buruh

-Uncategorized-63 views

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Purbalingga ditudingi tidak menjalankan tugas pokok fungsinya. SPSI juga dituding telah membuat persengkongkolan dengan perusahaan. Padahal, seharusnya, SPSI  berkewajiban melindungi seluruh anggotanya.

Baca Juga : DPRD dan Pemkab Bekasi Tolak Revisi Undang-undang Ketenagakerjaan

Baca Juga : Bupati Purbalingga Terima Aspirasi Puluhan Mantan Buruh dan Buruh

“SPSI tak bela buruh. Ini SPSI beneran, sungguhan atau jadi-jadian, kalau saya menilai ini SPSI jadian yang dibuat perusahaan untuk membela perusahaan, semua SPSI di Purbalingga tidak ada yang benar. Malah kami yang peduli buruh di katakan sebagai provokator, padahal tanggung jawab persoalan buruh adalah SPSI,” ungkap Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Insident Java Independent (LSM IJI) Purbalingga, Surasno kepada cyber media lintas24.com usai menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Pendapa Dipokusumo, Rabu (28 Agustus 2019).

Dia mencontohkan, pekerja yang sudah bekerja sekitar 5-6 tahun tetap menjadi karyawan kontrok terus. Padahal hal tersebut seharusnya sudah diketahui oleh SPSI, tapi tidak pernah ada respon.

“SPSI memiliki kewajiban untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan, diantaranya dijadikan karyawan tetap. Mereka harusnya bisa melihat dan bergerak,” tegas Rasno

Terpisah, Ketua SPSI Purbalingga, Mulyono membantah terkait tudingan seperti itu. Selama ini, SPSI Purbalingga tetap menerima aduan, melakukan kordinasi dengan perusahaan dan bahkan dengan Dinaker.

“Bahkan, setiap dua bulan kami adakan kumpul untuk menampung aspirasi dan kelurhan, untuk kita tindak lanjuti, selain itu, ada juga pengiriman anggota untuk mengikuti pelatihan-pelatihan,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *