by

Senyum Dalam Pembelajaran Sang Guru –  Lasmini Sri Wigati, S.Pd

-Uncategorized-66 views

“Guru kok mengajarnya nggak pernah senyum”. Bagaimana perasaan kita sebagai guru apabila mendengar perkataan yang dilontarkan siswa seperti itu.Hal ini menandakan bahwa siswa menunggu kehadiran senyum dari sang guru. Sebagai guru, kita jadi lebih mengintrospeksi diri apakah selama bertatap muka dengan siswa, sudah melakukan hal yang demikian.

Seperti yang kita ketahui bahwa ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah dari seorang guru saat berada di kelas sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologi siswanya.

Salah satu ekspresi wajah yang menunjukkan rasa suka, gembira, senang dan sejenisnya yaitu senyum. Senyum tidak hanya mengubah suasana hati orang tersebut tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya, sehingga membuat suasana lebih bahagia. Wajah yang dihiasi dengan senyuman akan terlihat lebih bersahabat dan disukai daripada berinteraksi dengan orang yang berwajah cemberut. Dengan kondisi ini, diharapkan akan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara guru dengan siswa dan dapat membawa energi positif dalam suasana belajar yang lebih nyaman.

Banyak manfaat yang didapat dari sebuah senyuman. Dalam agama Islam, sarana paling besar yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dalam dakwah dan perilaku beliau adalah gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam yaitu dengan senyuman.

Senyuman mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, dan membersihkan jiwa. Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Nabi Muhammad Saw dalam setiap perilakunya. Beliau tidak hanya tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya, akan tetapi saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun tetap dengan kondisi tersenyum. Hal ini mengajarkan kepada kita sebagai guru betapa hal kecil yang sering kita anggap sepele dan kita abaikan ternyata memiliki nilai yang berharga.           Senyum menjadi salah satu cara termudah dan termurah untuk meningkatkan kesehatan,memperbaiki mood, membuat umur panjang bahkan menambah kebahagiaan. Saat menghadapi murid yang susah diatur, tidak jarang membuat guru  habis kesabaran.Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk meredakan stres yang menyebabkan masalah di bidang kesehatan cukup dengan lebih sering senyum di sepanjang hari. Tersenyum melepaskan hormon endorfin (senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang) yang mampu mengurangi dan menyingkirkan hormon stres serta mampu memperbaiki suasana hati.

Seseorang bisa terlihat lebih dipercaya apabila ia murah senyum. Kepercayaan adalah unsur paling penting yang harus ada dalam membangun hubungan yang sehat antara murid dengan guru. Jika murid tidak memiliki kepercayaan kepada gurunya, maka sebaik apapun kemampuan guru menguasai materi, tidak akan berpengaruh banyak kepada keberhasilan pendidikan. Murid mungkin menguasai materi pelajaran dengan baik tetapi ia tidak berhasil membangun jiwanya. Senyum yang tulus dapat mengirim pesan bahwa orang lain bisa percaya dan bekerja sama dengan kita.

Yang perlu diingat bahwa seorang guru jangan menampilkan senyum yang dibuat-buat di depan siswa. Senyum guru seharusnya murni muncul dari dalam hati dengan rasa

ikhlas sehingga terpancar dari sorot matanya rasa kasih sayang terhadap muridnya. Bagaimanapun pintarnya seorang guru, jika siswa kurang merasa senang dengan gurunya karena tidak pernah tersenyum, maka ilmu yang diberikan dalam proses belajar mengajar mustahil dapat diterima dengan baik sehingga menghambat kelancaran proses pembelajaran. Demikian pula sebaik apapun model dan metode yang telah dirancang dalam pembelajaran, jika guru menyampaikan dengan sikap kaku dan ketus tanpa senyuman, maka hasilnya kurang maksimal.

Lain halnya jika guru berada di dalam kelas dengan wajah yang ceria, ramah, dan memancarkan seulas senyuman, maka akan tercipta suasana hatiyang nyaman, tenangdan bersahabat, sehinggadapat membantu memperlancar proses pembelajaran. Ilmu pegetahuan yang diberikan dari guru paling tidak dapat diterima dengan baik oleh murid-mridnya. Dan sesulit apapun materi pembelajarannya, apabila disampaikan dengan wajah yang dipenuhi senyum dari gurunya, maka siswa akan terbantu dalam belajarnya.

Kondisi ini sejalan dengan syarat utama bekerjanya otak secara maksimal yaitu keadaan yang menyenangkan dengan mengoptimalkan emosi positif dan senyum yang terus mengembang pada saat proses pembelajaran. Aura atau emosi positif adalah keadaan dimana pembelajaran mampu menghadirkan suasana ceria, ketertarikan, kepuasan atau kelegaan melalui senyuman dan emosi penuh kasih sayang. Inilah hal mudah dan murah yang perlu dilakukan oleh seorang guru ketika bertatap muka dengan siswa dalam pembelajaran apabila ingin ilmunya bermanfaat.

 

 

 

Penulis Guru Seni Budaya  SMP N 2 Purbalingga

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *