by

Seniman Purbalingga Hangatkan Malam Dengan Ngaji Budaya Katasapa

-Uncategorized-52 views

Prasetyo

Suasana GOR Mahesa Jenar, Purbalingga, Sabtu (25/6) malam terasa hangat dan meriah. Saat Sukhedi membaca cerpen berduet dengan sastrawan Ryan Rachman di panggung terbuka.

Seakan tak ingin suhu hangat menurun, dari kalangan pendidik, Prasetyo guru SMP 1 Bukateja membawakan geguritan bahasa Jawa dan Haryono Kepala SMP 3 Purbalingga yang berpuisi serta Agus Triyono guru SMP Negeri 1 Mrebet tampil memukau. Bahkan Kapolsek Kaligondang AKP SS Udiono ikut serta naik panggung berpuisi.

Agus Triono, Sekretaris Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) mengatakan, Kegiatan itu merupakan hajat para seniman di Purbalingga dengan menggelar laku budaya bertajuk “Ngaji Budaya”. Kegiatan ini menjadi ajang sua karya para pelaku seni di Purbalingga dan sekitarnya.

Ngaji Budaya merupakan laku seni khususnya satra dan teater untuk memberikan sumbangan kecil bagi seni ini di Purbalingga. Ia bersama Trisnanto Budidoyo pun tak ketinggalan membaca puisi. Demikian pula dengan Kamuajo yang membawakan musikalisasi puisi.

“Saya sangat senang dengan kegiatan Katasapa. Saya akan mencoba membantu memfasilitasi kelompok seni dan budaya dalam berkegiatan. Panggung ini terbuka bagi siapa saja yang hendak berkesenian,” kata Kepala Dinbudparpora Purbalingga Subeno.

Animo masyarakat terhadap tontonan seni di Purbalingga cukup tinggi. buktinya selama dua kali Katasapa menggelar acara, sejumlah pegiat seni dari luar kota pun ingin menikmati gairah seni di Purbalingga.

Malam itu juga jadi ajang apresiasi dan ekspresi kembali seni sastra teater yang selama ini sedikit tersumbat bagi sejumlah orang. Buktinya, Dhoni Kurniawan dan Mey Nurlela dua pembaca puisi hebat ini mengaku setelah 15 tahun lamanya tidak membaca puisi di panggung. Malam itu mereka membaca denga. penuh semangat dan ekspresif.

Dan ternyata, potensi seni yang dimiliki Purbalingga tidak hanya terpusat di kota saja. Sajian tari dari para penari cilik asal Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari, Egy,  Ara, Bila dan Nayla begitu memukau penonton. Wirama, wiraga dan wirasanya sudah bagus untuk umuran mereka.

Kothekan Si Gimbal dari Desa Bokol Kecamatan Kemangkon yang membawakan musik perkusi dari barang bekas dan teatrikalisasi puisi dan lagu juga mendapat aplaus dari penonton. Tak ketinggalan musikalisasi puisi dari pemuda Desa Prigi Kecamatan Padamara yang tergabung dalam kelompok Nada Sumbang juga ekspresif penampilannya. Tak kalah apik drama satu babak tentang azab orang “pemakan” tanah yang dibawakan Teater Brankas SMA 2 Purbalingga.(sinnangga)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *