by

Sembilan Desa di Boyolali Bakal Tergusur Proyek Jalan tol Yogyakarta-Solo

-Uncategorized-79 views

Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo 54 km bakal menerjang 9 desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lima desa di Kecamatan Banyudono terdiri dari desa Batan, Banyudono, Jembungan, Kuwiran dan Sambon. Sedangkan di Kecamatan Sawit yaitu Desa Guwokajen, Bendosari, Jatirejo dan Kateguhan

[artikel number=1 tag=”politik”]

Asisten II Setda Boyolali, Widodo Munir mengungkapkan, jalur jalan tol Yogyakarta – Solo di wilayah Boyolali sudah disepakati. Di Boyolali, jalan tol tersebut akan melintasi 9 desa di kecamatan Banyudono dan Sawit. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memerintahkan pihak pemerintah desa tersebut untuk menginventarisir fasilitas sosial (Fasus) dan fasilitas umum (Fasum).

“Trasenya sudah. Sudah kita sepakati. Saya minta desa untuk menginventarisasi Fasum, Fasos . Jadi supaya nanti ketika jalan tol itu dibangun, sudah tidak ada lagi Fasum Fasos yang terlewatkan. Jadi apa yang harus diganti oleh pihak pelaksana jalan tol sudah clear di depan,” jelas Widodo.

[artikel number=1 tag=”kesehatan”]

Berdasarkan rencana, lanjut dia, jalan tol Yogyakarta – Solo nantinya akan dibangun lebih tinggi dari permukaan jalan atau tanah yang ada saat ini. Jalan tol Yogyakarta – Solo akan terhubung dengan tol Semarang – Solo, yakni di exit tol Colomadu. Gerbang tol Colomadu, kemungkinan akan dibongkar dan menjadi jalur menyambung ke tol ruas Yogyakarto – Solo.

Sedangkan pintu keluar masuk jalan tol dari jalan arteri Solo – Semarang akan dialihkan ke sebelah baratnya. Yaitu di sekitar barat Mapolsek Banyudono atau di wilayah Desa Banyudono.

“Jalan (tol) tetap di atas. Semua tolnya naik. Jadi nanti tidak ada lampu bangjo (traffic light di jalan Solo – Semarang). Rencananya seperti itu,” terangnya.

Hingga saat ini di wilayah Boyolali juga belum ada sosialisasi untuk ganti rugi lahan yang akan terkena proyek jalan tol itu. Untuk penentuan harganya, pihaknya menunggu dari appraisal.

“Nunggu appraisal saja. Tapi selama ini rata-rata sebenarnya (nilai ganti rugi) di atas harga pasar. Selama ini loh,” ucap dia

Meski demikian, wilayah-wilayah yang bakal terkena proyek tersebut sampai saat ini juga belum dilakukan pematokan. Saat ini masih menunggu penentuan lokasi melalui SK Gubernur.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *