by

Semangat Pawai Obor Harus Terus Dinyalakan

-Uncategorized-48 views

pawai_obor

Purbalingga – Pawai obor sudah menjadi tradisi bagi seluruh umat muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Adha di malam takbiran. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak di kompleks Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga (23/9) malam. Mereka memakai obor dari bambu yang diisi dengan minyak tanah dan ditutup dengan kain sebagai sumbunya menyusuri jalan didalam kompleks perumahan.

Semangat pawai obor harus terus dinyalakan. Tidak masalah kapan kita merayakan lebaran. Hal itu sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Terkadang kontroversipun sering terjadi. Berbagai perbedaan dianggap biasa, tapi kita tetap Indonesia,ungkap Susanto warga Jalan Seroja 1 disela-sela perjalanan pawai obor.

Susanto menambahkan, tujuan kegiatan takbir keliling dan membawa obor ialah sebagai bentuk pengajaran pendidikan karakter kepada anak-anak agar kelak mereka dapat menjadi penerang kehidupan dan menjadi seorang muslim yang bias diandalkan.

Obor maksudnya sebagai penerang, dan ajaran Agama Islam harus menjadi penerang dalam hidup mereka,ungkapnya.

Ardia Vega Antariksa, salah seorang peserta pawai obor mengungkapkan, momen ini juga menjadikan hubungan antar warga semakin erat, terjalin silaturahmi dan memberikan semangat lain bagi anak-anak dan remaja disini di sini,ugkap siswi SMA Negeri 2 Purbalingga.

Harapan saya kedepan semoga tradisi ini terus berlanjut. Jangan sampai tradisi ini hilang digerus zaman. Asyik, khidmad, pokoknya tradisi ini harus terus dilaksanakan setiap tahunya,harap Vega.

Selesai takbir keliling anak-anak berkumpul untuk membuat tumpukan obor (seperti api unggun) yang setelah dipakai untuk takbir keliling. Sebelum dijadikan tumpukan obor, ada pula yang memainkan obornya

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *