by

Sehari Gelar Dua Pelatihan, Dinsosnakertrans Ditopang Dana dari Cukai Tembakau

-Uncategorized-64 views

Kepala Dinsosnakertrans Cilacap Kosasih

CILACAP – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cilacap boleh dibilang dinas yang cukup aktif menggelar pelatihan.

Betapa tidak. Dalam satu hari, Senin (11/4) saja, dinas ini menggelar dua pelatihan. Pertama, pelatihan las bagi generasi muda. Kedua, pelatihan menjahit. Kesemuanya diperuntukkan bagi para pencari kerja.

Tidak itu saja. Dinsosnakertrans sendiri rupanya ingin ‘jemput bola’ dengan mendekati para pencari kerja yang berada di luar kota. Seperti Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan dan Desa Layonsari, Kecamatan Gandrungmangu.

Untuk pelatihan las ditempatkan di Balai Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan. Pelatihan ini diikuti 20 peserta dari generasi muda dan berlangsung selama satu bulan, berakhir pada 5 Mei 2016 mendatang.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cilacap Kosasih mengatakan, pelatihan las ini ditempatkan di Bulupayung bukan tanpa sebab.

“Dulu di daerah itu punya sejarah sebagai salah satu kecamatan di Cilacap penghasil tembakau,” katanya, Senin (11/4).

Dijelaskan, sumber dana pelatihan berasal dari APBD Kabupaten Cilacap dan dari cukai tembakau sebesar Rp 75 juta.

“Pelatihan ini tidak ada penempatan bagi peserta, karena pelatihan lasnya masih dasar (G2 atau G3) dan belum profesional. Hanya mereka bisa bekerja di bengkel-bengkel las umum, seperti bikin teralis, pagar dari besi, dan sejenisnya,” imbuh Kosasih.

Sementara pelatihan menjahit yang ditempatkan di Desa Layonsari, Kecamatan Gandrungmangu, merupakan inisiatif salah seorang anggota DPRD Cilacap, Romlan dan dimulai pukul 13.00 WIB, dengan peserta 20 orang.

Untuk pelatihan menjahit ini persertanya bebas, putra dan putri, serta akan ditempatkan di perusahaan-perusahaan.

“Dana juga dari APBD sebesar Rp 100 juta dengan pelaksanaan selama satu bulan,” ucap Kosasih.

Pelatihan ini diharapkan, secara individu mereka sudah bisa bersaing di pasar kerja, karena para pencari kerja ini belum memiliki keterampilan.

“Syukur bisa mandiri untuk berkompetisi dengan pekerja yang lain. Juga, goal-nya mereka bisa mandiri dengan mendirikan perusahaan-perusahaan,” tandasnya.

Kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini tak lain ditopang dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), karena Kabupaten Cilacap mendapatkan alokasi cukup besar.

“Seperti rumah sakit paru-paru yang belum lama selesai penggarapannya, dananya juga dari DBHCHT ini,” pungkas Kosasih. (estanto prima yuniarto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *