by

Satlantas Purbalingga Sudah Layani SIM D

-Uncategorized-63 views

IMG_7036

 

PURBALINGGA- Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga Inspektur Polisi Satu (Iptu) Ryatnadi melalui Baur SIM Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Nyamiran menegaskan, sesuai Undang -Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 80 Huruf e bahwa penyan dang cacat atau disabi litas diberikan SIM D.

“Intinya pembuatan SIM D adalah untuk mengakomodir kaum disabilitas. Tujuannya agar penyandang disabi litas dapat berken dara dengan nyaman di jalan raya.,” ungkap Nyamiran kepada lintas24. com.

Ia menjelaskan ini bukti kompetensi berkendara di jalan raya bagi penyandang disab ilitas wajib di miliki.  Kepolisian Resort (Polres) Purbalingga saat ini memfasilitasi pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) D bagi penyandang disabilitas. Pembuatan SIM D tersebut kini dapat dilayani di Satlantas Polres Purbalingga.

“SIM D merupakan surat izin mengemudi yang khusus diberikan kepada para penyandang cacat (disabilitas) untuk melengkapi mereka dalam mengendarai kenda raan bermotor yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhannya,”ungkap Nyamiran.

Nyamiran menjelaskan, syarat dan ketentuannya sama, mereka wajib mengajukan permohonan, melakukan tes kesehatan, tes kecakapan, tes buta warna, dan praktek lapangan. Bedanya, kendaraan yang digunakan adalah kendaraan masing-ma sing para penyandang disabilitas, karena disesuaikan dengan kebutuhan kecacatannya.

Sesuai PP Nomer 50 Tahun 2010 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),  biaya pengurusan SIM D ini hanya Rp50 ribu, sedangkan untuk perpan jangan dikenakan Rp30 ribu. Masa berlaku SIM D sama seperti surat izin mengemudi lainnya yakni lima tahun, dan wajib diperpanjang secara berkala.

“Dengan memiliki SIM D, artinya para penyandang disabilitas memiliki legalisasi dan kompetensi mengendarai kendaraan bermotor yang diizinkan oleh negara, yang diharapkan dapat mendorong mobilisasi para penyandang cacat ini,” katanya.

Nyamiran menambahkan, untuk mendapat kan SIM D, para penyandang disabilitas harus dipastikan kondisi kesehatannya, tidak mengalami gangguan pendengaran, tidak buta huruf, dan buta warna.

“Kendaran modifikasinya juga harus memenuhi kelengkapan keselamatan seperti rem, lampu penerang, dan lampu penanda untuk berbelok. Model kendaraan modifikasi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan mere ka,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *