Penyakit TBC Bisa Dicegah, Ini Kata dr Adrian Budi Kusuma, Dokter Spesialis Anak di RSUD R Goeteng Tarunadibrata  Purbalingga

Uncategorized137 views

dr Adrian Budi Kusuma, dokter spesialis anak di RSUD R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga menyatakan,  memperingati pada 24 Maret diharapkan Purbalingga bisa benar-benar  zero kasus TB khususnya untuk anak-anak di tahun 2030 sebagimana target nasional.

“Langkahnya dengan melakukan pengobatan sedini mungkin dan minum obat secara teratur,” katanya, Kamis 24 Maret 2022.

Ia merinci, selain pengobatan untuk pencegahan harus dilakukan vaksin BCG untuk mencegah sakit TBC, terutama TBC yang berat

Untuk TBC ringan pengobatan selama dan untuk TBC ekstraparu berat (TB otak, TB tulang) selama 12 bulan

“Segera bawa anak ke dokter, jika anak yang kontak erat dengan pasien TBC paru dewasa harus diperiksakan ke dokter untuk memastikan ada tidaknya sakit TBC. Jika sakit TBC segera diberikan obat TBC, jika tidak sakit TBC, perlu diberi obat pencegahan.

Ia menegaskan, TBC bukan penyakit turunan. Namun bisa menular. TBC ditularkan melalui percikan air ludah.

“Virus bisa masuk ke pernapasan kita dan ke paru-paru, yang akhirnya menyebabkan infeksi dalam tubuh kita. Kalau kita tidak kuat maka bisa langsung TBC,” tegasnya.

Gejala TBC pada anak menurut dr. Adrian, batuk berdahak lebih dari 2 minggu, berat badan tidak mau naik, lemas tidak bertenaga, nafsu maka tidak ada. Jika ada tanda-tanda tersebut segara dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan rongsen dan pemeriksaan lainnya.

“Jika anak sudah sembuh diharapkan orang tua untuk menjauhkan kemungkinan kontak dengan TBC Dewasa dikarenakan bisa kumat lagi,” ujarnya

Ardian mengimbau, TBC harus segera diobati karena jika dibiarkan akan sangat berbahaya karena jika daya tahan tubuh sudah menurun.

“TBC bisa ke ginjalnya, pasian akan mengalami kejang-kejang dan mengakibatkan ke ektra paru dan bisa berakibat meninggal dunia,”pungkasnya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *