by

Pendapatan Perubahan APBD Purbalingga 2020 Turun 8,2 Persen

-Uncategorized-68 views

Pendapatan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Purbalingga tahun 2020 diperkirakan turun di angka Rp 1,87 triliun. Proyeksi tersebut diperhitungkan oleh Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purbalingga dan Tim Anggaran Pemda Kabupaten Purbalingga. Hal ini diperoleh berdasarkan penyesuaian terhadap regulasi pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

“Pendapatan daerah Kabupaten Purbalingga diproyeksikan sebesar Rp. 1.875.076.367.000,- atau turun  8,2 persen sebesar Rp. 167.631.952.000 dari APBD Induk Tahun 2020 sebesar Rp. 2.042.708.319.000,” kata Ketua Banggar DPRD Purbalingga, HR Bambang Irawan SH melalui juru bicaranya, Hj Yuniarti SH dalam Rapat Paripurna DPRD Acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Pemkab Purbalingga dengan DPRD  Tentang KUA-PPAS Perubahan APBD 2020; dan Penyampaian Nota Keuangan Rencana Perubahan APBD Purbalingga Tahun 2020, Rabu (5 Agustus 2020).

Penurunan tersebut otomatis berdampak juga pada penurunan kemampuan belanja APBD Perubahan 2020 menjadi Rp 1.996.770.128.000 atau mengalami penurunan sebesar 4,73 persen dari sebelumnya sebesar Rp 2.095.813.319.000. Sedangkan, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp 129.993.761.000 atau naik sebanyak 111,7 persen dari APBD Induk 2020. Penerimaan tersebut bersumber dari SILPA tahun 2019.

“Dengan adanya pengurangan anggaran untuk penanganan Covid-19 di semua OPD diharapkan dalam penyusunan program dapat memanfaatkan anggaran semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas dengan tetap menjaga kualitas pembangunan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi juga ikut menyampaikan beberapa langkah untuk menyiasati penurunan kemampuan belanja daerah. Di antaranya melakukan rasionalisasi Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 7.893.802.000, disamping itu rasionalisasi Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp 91.149.389.000.

“Berkurangnya kemampuan belanja daerah tentu saja tidak boleh membuat kita berputus-asa. Berbagai upaya harus dilakukan untuk membangun Purbalingga guna mewujudkan tercapainya visi kabupaten purbalingga secara sinergis,” tutur Bupati Purbalingga itu.

Melalui Rapat Paripurna DPRD kali ini, diharapkan nota keuangan rencana perubahan APBD 2020 dapat diterima, dan pada proses selanjutnya dilakukan pembahasan bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD. Sehingga dalam waktu dekat dapat dilakukan persetujuan terhadap Rancangan  Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Purbalingga tahun 2020, sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Editor : Rizky Riawan Nursatria. (Mg)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *