by

Paslon Bupati Purbalingga Jalani Cek Kesehatan

-Uncategorized-70 views

paslon

PURBALINGGA- Dua pasangan calon bupati-wakil bupati masing-masing Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi dan Sugeng-Sucipto mengikuti cek kesehatan di RSUD Goetheng Tarunadibrata Purbalingga, Selasa (4/8). Cek kesehatan ini menjadi salah satu persyaratan bagi mereka untuk bisa mengikuti Pilkada.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Purbalingga dr Ujang Yanyan Mulyana mengatakan, pada hari pertama cek kesehatan, masing-masing paslon dicek fisik. Sebelumnya mereka harus diwawancara terlebih dulu oleh dokter untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah dialami. Setelah itu dilakukan cek jantung, tekanan darah, denyut nadi dan pernafasan. Kemudian pemeriksaan khusus penyakit dalam, mata, telingan hidung tenggorokan khususnya pendengaran.

“Karena ada calon perempuan, juga dilakukan pemeriksaan papsmear untuk melihat apakah ada tanda-tanda penyakit pada rahim terutama kanker. Dia juga diperiksa obgyn juga untuk mengetahui kesehatan rahimnya. Para calon juga diperiksa kesehatan syaraf dan organ dalam serta pemeriksaan penunjang seperti USG, abdomen, rontgen dan cek laborat darah dan urin,” terangnya.

Pemeriksaan berlangsung selama tiga jam. 12 dokter dikerahkan untuk melakukannya. Adapun pada hari kedua, akan dilakukan cek psikologi dimana para pasangan calon kepala daerah itu akan mengikuti tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis berupa mengerjakan sekitar 260 soal dan diwawancara oleh dokter jiwa.

“Kebetulan KPU memberikan mandat pada IDI, dan kami bekerja sama dengan RSUD Goetheng Tarunadibrata untuk pelaksanaan cek kesehatan ini. Adapun hasilnya akan keluar Kamis (6/8) nanti,” katanya.

Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni mengatakan, cek kesehatan menjadi satu syarat untuk mengikuti Pilkada. Hasil dari tim medis itu nantinya akan menjadi rujukan bagi KPU untuk menentukan apakah calon pemimpin daerah tersebut bisa mengikuti pilkada atau tidak.

“Jika hasilnya calon memiliki penyakit ganas dan akan mengganggu tugas selama lima tahun, atau memiliki kejiwaan yang labil, bisa saja yang bersangkutan tidak diperbolehkan untuk ikul pilkada, namun kasus ini sangat jarang terjadi,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *