by

New Normal Belum Jelas, Pesantren Disarankan Gunakan Model Pembelajaran Jarak Jauh

-Uncategorized-92 views

Pengamat Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jejen Musfah menilai, model pembelajaran jarak jauh yang diterapkan Pondok Pesantren merupakan opsi terbaik sampai kasus infeksi Covid-19 di Indonesia betul-betul dalam keadaan yang aman.

“Jika pondok pesantren juga menerapkan skenario new normal, maka perlu disiapkan jaga jarak, fasilitas cuci tangan, menghindari kerumunan dan menggunakan masker. Tetapi mengingat kondisi pesantren, saya usul tetap pembelajaran jarak jauh sampai kasus virus ini benar-benar aman,” tuturnya

Ia menjelaskanm sebagian besar pesantren menampung santri dengan jumlah yang lebih besar ketimbang kapasitas daya tampungnya, baik itu di asrama maupun di kelas. Kondisi tersebut membuka peluang adanya kluster kasus Covid-19 yang baru, kecuali pesantren yang bisa menerapkan jaga jarak.

“Santri yang dekat rumahnya bisa bergantian datang ke pesantren. Santri yang rumahnya jauh bisa belajar jarak jauh. Dengan demikian, pesantren bisa menerapkan jaga jarak. Penerapan new normal di lembaga pendidikan seperti pesantren perlu melihat kembali kemampuan dan kapasitas pesantren tersebut.

“Prinsip yang harus dipegang dalam situasi saat ini adalah mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Ia berpesan, penerapan new normal di pesantren ini juga sangat tergantung pada data sebaran virus Covid-19 dari Gugus Tugas baik pusat maupun daerah.

“Jika aman atau minim kasus baru, maka bisa new normal, tetapi jika tidak, maka sebaiknya tetap menggunakan model pembelajaran jarak jauh,” tutur dia.

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *