by

Miris, Bangunan SDN 1 Karangbawang Purbalingga Terabaikan

-Uncategorized-66 views

SDN 1 Karangbawang, terletak di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Sekolah ini dipimpin Turamin dan mempunyai peserta didik sekitar 90 siswa.

Namun, kondisi bangunannya sangat memprihatinkan. Selain itu, sekolah berbatasan dengan tebing, berpotensi longsor. Tebing memang sudah dipondasi, tetapi karena hujan kemarin pondasi mulai jebol.

Tembok ruang kelas banyak yang retak.  Ruang kelas 1 hampir roboh, tidak ada daun jendela dan pintu. Kelas 2 dan 3 belajar di ruangan yang sama, hanya terpisah sekat triplek.

Sementara kelas 5 terpaksa belajar di Mushola karena tidak lagi mempunyai ruang kelas. Sedangkan di ruang kelas 6 dan ruang guru, plafon jebol, beberapa genteng pecah sehingga jika hujan air masuk ke dalam ruangan.

Padahal, diantara sekolah dasar di Desa Karangbawang, jumlah siswa SDN 1 terbanyak dari yang lainnya. Berisi sekitar 90 siswa dengan satu kelas terdiri dari 13 sampai 23 siswa. Sekolah tersebut bisa dikatakan terjelek dari yang lainnya. Sekolah lain layak dan bagus meski jumlah siswa kurang dari 70 anak.

Sejak 2008, kondisi bangunan memrihatinkan. Padahal, Pejabat hilir mudik berkunjung, namun hanya membawa angin surga, janji-janji bantuan tak kunjung terrealisasi. Bahkan, pada tahun tersebut pihak sekolah sudah diminta menyiapkan 2 pondasi lokal untuk ruang kelas baru. Hingga pondasi rusak, bantuan tak kunjung turun.

Satu-satunya bantuan yang turun bersumber dari dana aspirasi pada medio 2016/2017. Itu pun, dikerjakan asal-asalan, tanpa papan pelaksana proyek. Sampai pihak sekolah meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya pun ditolak.

“Kami tak jenuh mengajukan bantuan. Baik lewat (Data Pokok Pendidikan) Dapodik maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga. Sudah 5 tahunan mengajukan, tiap tahun,  sampai 2 kali per tahun,. Tapi hanya dapat bantuan satu kali, dana aspirasi yang dikerjakan asal-asalan itu,” kata guru SDN 1 Karangbawang, Arga Setiyadi.

Arga mengatakan, kemarin dapat dana aspirasi 2 ruang, tapi malah menghancurkan segalanya. Material bekas banyak dipakai, komposisi adukan terlalu banyak kapur, hasilnya tembok rapuh dan retak. Ukuran kusen kacau.

“Bahkan sudah dimakan rayap. Tiang depan kelas yang dicat putih hijau memakai tiang lama yang ditutup adukan baru, sekarang adukan barunya mulai terlepas,” katanya

Plt Kepala Dindikbud Purbalingga, Subeno mengatakan bantuan Dana Alokasi Khusus fisik diajukan lewat Dapodik. Pihaknya tidak bisa mengintervensi.

Dia meminta agar pihak sekolah memperbaiki data Dapodiknya. Untuk bantuan dari APBD, masih sangat terbatas karena banyak sekolah yang juga membutuhkan bantuan serupa.

“Bantuan untuk SDN 1 Karangbawang masuk di APBD Purbalingga 2020,” kata Subeno.

 Menanggapi hal itu, Arga hanya bisa menghela nafas. Sebelumnya pernah dijanjikan tahun 2018, tetapi kemudian mundur di 2019.

 “Info baru di 2020? Berarti nunggu sekolahnya ambruk sekalian,” ujarnya singkat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *