by

Lukman, Bisnis Licin Belut Omset Puluhan Juta

-Uncategorized-53 views

IMG-20151014-05490_1444807589943_l

Kebanyakan orang pasti merasa enggan untuk memegang belut, hewan sejenis ikan yang menggelikan dengan tubuh yang panjang dan licin berlendir. Bahkan tidak jarang orang merasa takut untuk memegang belut, karena bentuk badannya yang sekilas mirip seperti ular.

Namun rasa geli ataupun takut itu tidak dirasakan sama sekali oleh Lukman warga Kelurahan Kalikabong RT 04 RW 04 Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, pedagang belut di Purbalingga. Ia malah justru semakin menikmati profesi yang baru ditekuninya sejak awal tahun 2015 ini. Lukman pun mengusung brand belut “Mas Inyong”

Awalnya secara tidak sengaja saat musim tanam padi ia bersama rekan-rekan Karang Taruna yang hobi mancing belut disawah iseng menjual belut hasil tangkapannya lewat media sosial elektronik.

Ternyata penjualan belutnya cukup laris bahkan tak jarang sering kehabisan stok. Namun karena masa tanam padi di desanya selesai, ia dan rekan-rekannya tidak bisa mencari belut disawah untuk dijual lagi, dan akhirnya berhenti berjualan belut dan kembali fokus dengan pekerjaan harian masing-masing.

Seiring waktu, Lukman memutuskan untuk mencoba kembali menggeluti usaha penjualan belut sendiri, selain karena keuntungan yang cukup menjanjikan juga karena bisa menambah teman dan relasi.

Ia mendatangkan belut sawah dari daerah lain yang sedang musim belut untuk ditampung dan jual di daerahnya, ia juga bekerjasama dengan banyak para pencari belut sawah. Untuk tempat penjualan ia memilih berjualan di rumahnya yaitu Kalikabong RT 04 RW 04

Lukman memberikan pelayanan delivery order untuk pemesan belut di seputar purbalingga. Ia menjual belut yang masih hidup dan juga siap melayani penyembelihan belut secara gratis kepada para pembelinya yang menginginkan belut disembelih bersih.

“ Saya siap menyembelihkan sampai bersih, karena saya tahu banyak orang yang merasa geli untuk pegang belut yang masih hidup“, kata Lukman kepada elemen dan lintas24.com.

Dengan pelayanan itu ternyata membuat banyak pembeli belut Lukman menjadi senang dan berlangganan, karena memang banyak orang yang tidak ingin repot-repot menyembelih dan membersihkan sendiri belut yang akan dimasak.

Tak heran jika semakin hari pelanggan belut Lukman atau banyak orang menyebut semakin bertambah, kini mulai dari masyarakat umum hingga warung-warung makan berlangganan membeli belutnya, dengan omset penjualan mencapai puluhan juta rupiah perbulan.

Selain rasanya yang lezat dan gurih, belut juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Nilai energi yang terkandung pada daging belut yaitu sekitar 303 kkal / 100 gram, jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai energi daging sapi (207 kkal / 100 gram) dan telur (162 kkal/100 gram).

Sementara itu nilai protein pada daging belut adalah 18,4 g / 100 g, atau hampir setara dengan protein daging sapi (18,8 g / 100 g), dan lebih tinggi dibandingkan dengan protein telur (12,8 g / 100 g). Belut juga kaya akan zat besi (20 mg / 100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg / 100 g).

Tidak mengherankan jika banyak orang mengkonsumsi belut bukan hanya karena rasanya yang lezat atau hanya karena ada hajatan 7 bulanan ibu hamil saja, tapi juga karena dalam belut terkandung banyak nutrisi yang baik dikonsumsi untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Dari semua keunggulan daging belut itulah, pelaku usaha belut seperti Lukman berharap agar usaha penjualan belutnya yang dimulai dari nol ini bisa terus berkembang. Wow, siapa mau membeli belut “Mas Inyong”,kunjungi saja dirumahnya Kelurahan Kalikabong RT 04 RW 04 Kecamatan Kalimanah, Purbalingga

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *