by

Lele Dahsyat Ditangan Wawan Guru SDN 1 Jambudesa

-Uncategorized-50 views

DSC_8520

Awalnya, ada anggapan bahwa budidaya ikan lele itu mudah.Ikan lele hanya ditebar akan dapat cepat besar.

Namun, pemahaman umum dari orang awam tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, membudidayakan ikan lele berkualitas dan berkuantitas tinggi itu tidaklah mudah.

Adi Kurniawan, S.Pd.SD, Guru Kelas 3 SD Negeri 1 Jabudesa Karanganyar Purbalingga telah membuktikan bahwa budidaya lele itu tidak mudah dan perlu pengetahuan dalam memeliharanya.

“Permasalahan utama yang ditemui adalah selalu mengalami masalah akibat kematian lele yang cukup tinggi,”ungkap Wawan kepada lintas214.com dan elemen.

Pria yang berdomisili di Desa Bungkanel Kecamatan Karanganyar ini mengaku memulai budidaya lele pada tahun 2013 dengan memilih cara budidaya menggunakan kolam tanah dan kolam terpal. Ia membuat 10 kolam dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang masih kosong untuk meningkatkan produktifitas.

“Keuntungan dari kolam terpal adalah terhindar dari hewan pemangsa ikan, hewan piaraan, ikan terlihat lebih cerah, dan ular sawah,”ungkapnya Ketua Pokdakan Muda Mandiri ini.

Untuk membuat konstruksi kolam terpal lanjut Wawan, pertama kali, bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan. Setelah itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, kolam diisi dengan air hingga 20 cm.

Setelah kolam sudah terisi air diamkan selama kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton. Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan diberikan daun-daun seperti daun singkong, atau pepaya.

“Tujuannya agar air berwarna hijau. air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air. Baru kolam bisa diisi ikan lele,”ungkap Wawan.

Memacu Semangat Masyarakat

Tahun 2014, Wawan mendorong masyarakat untuk ikut bersama memelihara lele. Dibentuklah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Muda Mandiri dengan total 15 orang anggota yang memilik 47 kolam. Rata- rata ukuran kolam lebar 9 meter dan panjang 14 meter.

“Kami mendorong melakukan budidaya ikan lele untuk mengatahui aturan ataupun teknik budidaya lele terlebih dahulu, karena hal ini akan berdampak pada hasil akhir dari proses ternak atau budidaya lele tersebut,”ungkapnya

Dengan kata lain lanjut Wawan , karena untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal secara otomatis berarti harus menjalankan tahapan budidaya lele ini dengan semaksimal mungkin (tidak asal-asalan). Dan budidaya ikan lele kolam terpal saat ini cukup banyak diminati oleh petani ikan lele dari berbagai kalangan.

“Seakan-akan penggunaan kolam terpal sebagai media beternak ikan lele sudah menjadi trendsetter, makanya kami mencoba inovasi dan muncullah ide ternak lele kolam terpal yang mulai populer di setiap peternakan ikan lele,”ungkapnya.

Dulu lanjut Wawan, Umumnya budidaya ikan lele menggunakan kolam lele konvensional, yaitu dengan kolam semen atau kolam tanah. Namun kedua jenis kolam lele tersebut cukup rawan beresiko dan kurang fleksibel. Dengan pengadaan kolam terpal lele, berbagai jenis ikan lele akan semakin mudah diternak dan dikembangbiakkan. Selain itu penggunaan kolam terpal sangat tepat untuk tempat dengan lahan yang sempit, tanah berpasir, dan cuaca tidak teratur.

“Kedepan kami ingin mendapat perhatihan dari pemerintah tentang perolehan bibit unggul, pelatihan dan fasilatasi pakan ikan dan cara penjualan bagi para anggota Pokdakan,”pinta Wawan. (yoga tri cahyono)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *