by

Layakkah Aku –  Wiwik Ekawati S.Pd.SD | Kepala Sekolah SDN 2 Kedungmenjangan

-Uncategorized-54 views

 Kelayakan seseorang tergantung apanya?

Dalam banyak hal kita sering mendengar tentang kata layak dan tidak layak untuk meraih sesuatu ataupun pekerjaan.Jika kita mendengar itu maka akan timbul pertanyaan, mengapa dan ada apa?

Sering yang muncul adalah asumsi yang kurang baik pada pikiran kita, padahal belum tentu kata tidak layak itu negatif. Bisa juga karena kurang faktor yang diinginkan ataupun kurang satu kriteria yang di cari oleh pihak yang mengatakan tidak layak.Ataupun kurang persyaratan yang dikehendaki.

Jika seseorang dikatakan layak dalam suatu hal, orang tersebut memiliki kriteria yang diinginkan dari pihak yang mengatakan layak. Ada sebuah lirik “Layaknya Gelap Malam Yang Indah Karena Bintang”. Malam tak akan layak jika tiada bintang,demikian maksud lirik tersebut. Kitapun akan dikatakan layak apabila kita memiliki kemampuan ataupun potensi – potensi yang kita tampilkan untuk di berikan atau  di tularkan kepada yang lain.

Bagaimana cara agar kita dikatakan layak dalam hal – hal tertentu itu?

Mari kita kembangkan kemampuan apapun yang ada pada diri kita, dengan mencoba mencari solusi cara mengembangkannya.Kita seorang guru yang harus mempunyai kemampuan di bidang ini. Secara profesional kita telah melakukan rutinitas tupoksi yang kita emban. Secara fisik sudah nampak kita adalah  guru, dari cara berpakaian ( seragam ), dari tutur kata, saat menghadapi murid di sekolah maupun di masyarakat, dan dari sikap dan perilaku kita sehari – hari dimanapun berada.Apakah hanya cukup penampilan luar secara fisik saja? Tentunya tidak! Karakter guru harus kita miliki, integritas harus tinggi, tentunya juga karakter – karakter yang lain yang harus ditularkan kepada para siswa dan orang disekitar kita.

Selain fisik dan jiwa kita sudah bisa dikatakan layak sebagai seorang guru, tentunya juga harusdidukung dengan kegiatan – kegiatan yang mendukung dan bisa mengembangkan tugas – tugas kita, misal dengan mengikuti  KKG,diklat, seminar, workshop dan sejenisnya yang sesuai dengan tupoksi kita. Ilmu yang kita peroleh sangat berguna untuk menentukan kelayakan kita, dan berkas administrasipun juga selalu dikumpulkan sebagai dokumen yang suatu saat bisa kita manfaatkan untuk kepentingan tupoksi kita.

Ada juga cara lain lagi untuk mencari kelayakan kita sebagai guru yang membaur di masyarakat, misal  dengan mengikuti kegiatan – kegiatan organisasi di lingkungan tempat tinggal. Yaitu, PKK, LKMD, Karang Taruna, pengajian – pengajian dll. Ini akan menambah wawasan kita dalam hal kesosialan dan menambah ilmu pengetahuan serta keorganisasian masyarakat. Dokumen – dokumen tentang inipun bisa kita gunakan untuk kepentingan kita sebagai Pendidik.

Ciptakan sesuatu yang bisa melancarkan kegiatan kita di sekolah, misal membuat alat peraga sederhana dari bahan – bahan di lingkungan sekitar. Berilah contoh pada para siswa untuk memanfaatkan segala sesuatu yang diambil dari lingkungan. Selain akan menambah ketrampilan, juga melatih siswa untuk mandiri dan kreatif dengan bimbingan kita sebagai gurunya. Jalin kerjasama yang bagus dengan teman sejawat di sekolah dan juga dengan orang tua siswa. Kerjasama yang erat dan dinamis, maka orang tua siswa akan selalu mendukung kegiatan – kegiatan di sekolah ataupun di dalam kelas yang dilakukan oleh guru dan siswanya.

Di sinipun akan nampak kelayakan kita sebagai guru di mata orang tua siswa. Mereka akan menaruh kepercayaan penuh pada guru yang mengajar dan mendidik anakya di sekolah. Sudah layakkah kita menjadi guru? Sudah, jika kita mau berkembang dan berusaha umtuk meningkatkan profesionalitas kita dengan cara – cara yang jitu dan terus – menerus. Dengan demikian kita akan lebih percaya diri dan mantap dalam melakukan hal – hal yang ada hubungannya dengan tugas –tugas kita sebagai pendidik yang juga anggota masyarakat yang gemar berorganisasi.

Ikuti kegiatan – kegiatan yang mendukung tupoksi kita, agendakan dan kumpulkan semua dokumen – dokumen yang kita peroleh saat melakukan kegiatan – kegiatan tersebut.Dan jangan lupa tularkan pengetahuan atau ilmu yang sudah kita perolih kepada orang lain paling tidak di Kegiatan Kolegtif Guru di sekolah atau di wilayah tempat kita bekerja.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *