by

Kualitas Perguruan Tinggi Harus Ditingkatkan untuk Penuhi SDM Industri

-Uncategorized-51 views

Menristek Pukul Bedug

CILACAP – Kabupaten Cilacap yang merupakan kota industri dengan perusahaan-perusahaan skala multinasional dan nasional yang cukup baik, mengharuskan perguruan tinggi di Cilacap ikut berkembang, terutama politeknik dan akademi komunitas.

“Perguruan tinggi tersebut harus bisa mendorong pemenuhan sumber daya yang baik,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir kepada wartawan usai memberikan kuliah umum “Penguatan Kualitas Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia” yang diselenggarakan Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (Unugha/dulu IAIIG) Cilacap, Selasa (5/4).

Menteri selanjutnya meminta untuk mengembangkan perguruan tinggi dengan baik, kualitas perguruan tinggi harus ditingkatkan.

“Kalau lulusan dari perguruan tinggi tidak berkualitas, industri tidak akan menerima,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kalau tidak dipenuhi sumber daya dari Cilacap, maka akan disuplai dari luar kota Cilacap. Oleh karena itu, Cilacap juga harus berperan untuk meningkatkan sumber dayanya melalui pendidikan tinggi, baik melalui universitas, politeknik, atau akademi komunitas,” tandasnya.

Nasir mengatakan, jika sumber daya manusia untuk kebutuhan industri itu bisa disuplai oleh  daerah akan lebih bagus.

Dia mencontohkan dalam pembangunan di Blok Masela, masyarakat Maluku harus lebih banyak berperan.

“Jangan sampai Blok Masela yang dibangun, masyarakat Maluku tidak bisa menikmati industri yang akan dibangun itu. Maka, saya sekarang menyiapkan program-program studi tertentu pada universitas-universitas yang ada di Maluku,” tuturnya.

Menurut Nasir, hal tersebut juga harus dilakukan di Cilacap dengan mengembangkan universitas maupun politeknik, sehingga dalam lima tahun ke depan, orang Cilacap harus bisa masuk ke industri yang ada di kota tersebut.

“Kalau disuplai dari luar terus, maka orang Cilacap hanya jadi penonton. Kalau saya mengatakan, kita itu bisa mati di dalam lumbung padi, di mana lumbung padi adalah tempat makanan tapi kita tidak bisa menikmati,” katanya.

Untuk itu, perguruan tinggi harus dikembangkan dengan baik dan kualitasnya ditingkatkan.

 

Buka Lomba Baca Kitab Kuning

Dalam kunjungan kerjanya di Cilacap, Menristek Dikti juga membuka Musabaqah Tilawatil Kutub (Lomba Membaca Kitab Kuning) tingkat Nasional di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap.

Musabaqah yang digelar dalam rangka Haul ke-57 Ahmad Badawi Hanafi dan Ultah Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumuddin itu dihadiri Pengasuh Pondok Al-Ihya Ulumuddin KH Khasbullah Badawi, Rois Syuriah NU Kabupaten Cilacap KH Sungada Azkiya, Wakil Bupati Cilacap Ahmad Edi Susanto, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Yusuf Chudlori, serta undangan lain.

Pembukaan Musabaqoh ditandai dengan pemukulan bedug dan penyerahan kitab kuning oleh Menteristek Dikti Mohamad Nasir kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumuddin KH Khasbullah Badawi.

Musabaqah Tilawatil Kutub merupakan ajang lomba membaca kitab kuning yang bertujuan untuk mendorong kecintaan santri terhadap kitab rujukan berbahasa Arab serta kemampuan santri melakukan kajian agama Islam dari sumber kitab tersebut.

Musabaqah juga bertujuan menjalin silaturahmi antarpondok pesantren di Indonesia, serta meningkatkan peran lembaga pendidikan tersebut sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat masa depan.

Menristek dalam kesempatan tersebut mengatakan, musabaqah tilawatil kutub dilaksanakan untuk nguri-uri budaya para pendiri NU, dan melestarikan isi-isi yang ada dalam kitab kuning.

Pihaknya sangat mendukung usaha-usaha dalam melaksanakan musabaaoh tilawatil kutub, sehingga para santri dapat belajar dengan baik.

“Termasuk orang tua dari para santri juga diharapkan mendorong putra-putrinya untuk belajar kitab kuning dengan baik,” ucapnya.

Nasir juga menandaskan, yang harus nguri-uri budaya membaca kitab kuning adalah warga Nahdlatul Ulama.

“Karena kita adalah bagian dari NU, maka kita harus mendukung dan berjuang agar NU makin baik dan makin jaya,” pungkas Nasir. (estanto prima yuniarto)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *