by

Konflik Horizontal Akibat Gesekan Politik dan Ekonomi

-Uncategorized-65 views

CILACAP – Ancaman yang sedang dihadapi bangsa Indonesia akhir-akhir ini, seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kembali marak dan menjadi konflik horizontal berupa gesekan antarsesama masyarakat sebenarnya akibat gesekan politik dan ekonomi.

“Bahwa sekarang muncul gerakan mengatasnamakan PKI dengan simbol-simbol, dan bendera yang muncul di beberapa tempat. Tapi itu bukan ancaman riil. Justru yang konflik sosial berbau SARA itu,” kata Khatibul Umam Wiranu, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, usai menyampaikan paparan dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaaan kepada anggota PGRI Kabupaten Cilacap, Sabtu (17/10), di Gedung Dwijaloka Cilacap.

Dia mencontohkan, konflik sosial yang muncul karena dipicu agenda Pilkada, bahkan Pilkades, hingga persoalan SARA.

“MPR benar menyampaikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI ini kepada masyarakat demi meminimalisir konflik horizontal tersebut,” imbuhnya, seraya menandaskan bahwa banyaknya konflik horizontal di masyarakat menjadi salah satu bukti menurunnya semangat keberagaman dan kekeluargaan.

“Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai dengan terus mengingkatkan pemahaman empat pilar kebangsaan,” imbuhnya.

Khatibul juga membeberkan, saat ini sudah banyak masyarakat yang lupa terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai kostitusi negara, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Karena itu sosialisasi empat pilar kebangsaan ini menjadi penting, agar penghayatan terhadap nilai keberagaman negara kembali ditingkatkan. Saat ini, sosialisasi lebih banyak digelar di wilayah konflik, seperti Aceh dan Papua.

“Sosialisasi empat pilar kebangsaan menjadi sangat penting karena masyarakat dan pejabat banyak yang sudah lupa terhadap ideologi negara,” tandas dia.

Ditambahkan, sosialisasi diberikan kepada para guru karena korps pendidik ini dinilai memiliki penghayatan lebih mendalam untuk selanjutnya disampaikan kepada para peserta didik.

Acara tersebut menjadi sangat istimewa karena dihadiri beberapa Anggota MPR dan DPD RI, seperti Abraham Lianto (DPD NTT), Abdul Kadir Karding (Fraksi PKB), HM Syafrudin (Fraksi PAN), Isianawati Ayus, dan Deding Ishak (DPD Riau), serta dihadiri sekitar 360 guru anggoa PGRI Cilacap.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. (estanto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *