Komunitas Audio Purbalingga Protes Pentas Virtual Penggalangan Bantuan Dewan Kesenian Purbalingga  

Uncategorized110 views

Komunitas Audio dan Kelompok Seniman Purbalingga mendatangi kompleks Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Minggu sore (18 Mei 2020). Rombongan datang menggunakan sejumlah mobil bak terbuka dan mengangkut sejumlah peralatan sound system di atasnya. Mereka memprotes kegiatan pentas virtual penggalangan donasi “Kangen Manggung” yang digelar Dewan Kesenian Purbalingga (DKP),dan juga konser musik amal peduli Covid-19 yang diinisiasi oleh musisi-musisi Purbalingga di wilayah Kecamatan Kalimanah pada hari yang sama.

Mereka kemudian diterima di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga dan beraudiensi. Mereka diterima oleh Kepala Satpol PP Suroto, Kepala Kantor Kesbangpol Gatot Budiraharjo, Kabid Kebudayaan Dindikbud Rien Anggraheni, Ketua DKP Bowo Leksono dan seniman musik Martin Soliswan.

Koordinator lapangan aksi, Patuh mengatakan, aksi mereka dilakukan atas dasar keresahan bersama yang meledak, mewakili para seniman di kalangan bawah. Event yang mereka tahu ada di dua titik, yaitu di Kalimanah dan di belakang rumah dinas Bupati oleh Dewan Kesenian Purbalingga. Karena korona, selama ini, para seniman di kalangan bawah dan seniman sound system itu tidak dapat job.

“Para pelaku seni di bawah yang bergerak mandiri itu merasa terusik dengan adanya pementasan di tengah kondisi mereka yang menahan aksi pentas mereka. Pentas di dua lokasi juga dinilai terlalu berlebihan dengan tata panggung yang mewah,” tuturnya.

Karena itu, Patuh meminta agar kegiatan budaya tersebut dihentikan. Baik yang di Dewan Kesenian Purbalingga maupun yang di Kalimanah dan juga mempertanyakan kepada Dindikbud Kabupaten Purbalingga perihal pendataan seniman.

“Beberapa waktu lalu, mereka sudah dimintai fotokopi KTP oleh Dindikbud, namun hingga menjelang lebaran tidak ada titik terang,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Purbalingga, Suroto mengatakan, pentas “Kangen Manggung” oleh DKP dilakukan live show secara streaming online. Kenapa dilakukan di belakang rumah dinas Bupati karena agar tidak ada penontonnya, serta pengamanannya dapat dilakukan secaara efektif dan efisien.

Pentas ini sangat memerhatikan SOP protokol kesehatan. Tidak ada penonton dan dilakukan dengan durasi sangat singkat.

“Kedatangan saudara Mitro dan rekan-rekan yang juga atas nama seniman, mungkin karena adanya komunikasi yang tidak lancar. Semoga setelah pertemuan ini ada komunikasi yang jelas, sehingga kita semua saling memahami terkait dampak Covid-19,” katanya.

Kantor Kesbangpol Purbalingga, Gatot Budirahardjo meminta agar semua pihak saling memahami dan mencari kesepakatan. Acara pentas yang sedang berlangsung merupakan kreativitas anak bangsa. Sangat tidak elok bila kegiatan berkesenian yang sudah jalan tiba-tiba dihentikan.

Pada kesempatan itu diperoleh kesepakatan, pentas “Kangen Manggung” tetap dilaksanakan untuk satu hari terakhir. Tetapi dilakukan tanpa panggung rigging dan disederhanakan.

Sementara itu, pentas “Kangen Manggung” kemarin sore tidak terganggun oleh aksi protes Kelompok Seniman dan Komunitas Audio Purbalingga. Adapun pentas pada sore itu adalah begalan oleh Tuwarno, tari tradisi oleh Chandra dkk, calung ruwet oleh Ferry dkk, akustik reagae oleh Agung Asap Uye dkk, dramatic reading oleh Ryan Rachman dari Katasapa ft Ayiz, kentongan oleh Laskan Aji Saka, monolog oleh Agustav Triono dari Katasapa, band dari Kamuajo dan Ganis dkk Band.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *