Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi: Guru Tetap Tidak Tergantikan Dengan Teknologi

Uncategorized81 views

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Unifah Rosyidi meyakini pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia pendidikan Indonesia bahwa peran guru tetap tidak tergantikan dengan teknologi, namun guru yang tidak mau akrab dengan teknologi, akan mudah tergantikan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PGRI dalam penbukaan seri webinar dan workshop pada Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2020) dan akan berakhir pada 20 Mei 2020 Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam kesempatan tersebut PGRI mengharapkan agar pendidikan di Indonesia segera memiliki cetak biru pendidikan nasional dengan dilandasi penekanan bahwa pendidikan sebagai upaya mempersiapkan peserta didik sebagai warga global.

“Selain itu, dalam pendidikan di Indonesia, perlu ditanamkan pula pemahaman tentang kultur keindonesiaan, keberagaman, sehingga peserta didik tumbuh menjadi warganegara yang baik dan produktif,” tambah Prof. Unifah.

Sebagai mitra strategis, ia menyampaikan pihaknya akan tetap fokus pada peningkatan kualitas, perhatian pada peningkatan kesejahteraan, dan melindungi para pendidik dalam menjalankan profesinya di dunia pendidikan.

“PGRI mengharapkan agar Pemerintah terus memperhatikan tata kelola guru terutama dalam hal kekurangan guru yang terjadi hampir di semua daerah, dan segera menyelesaikan pengangkatan guru honorer K2 yang telah lulus PPPK tahun 2019 mengingat usia dan pengabdian mereka yang begitu panjang bagi dunia pendidikan di tanah air,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dunia Pendidikan di Indonesia akan memasuki keadaan “new normal” di mana kebiasaan lama dalam melaksanakan pendidikan tidak bisa menjadi patokan, karena perubahan dunia yang begitu cepat.

Maka, didorong tanggung jawab, komitmen, dedikasi sebagai guru, dosen sebagai pendidik bekerja sama dengan orangtua dan pemerintah pemerintah daerah berusaha mencari jalan keluar. Teknologi pembelajaran yang semula dirasakan sulit, kini kita belajar bersama mengakrabinya. Menurutnya, dengan teknologi kita dapat berinovasi dengan beragam cara.

“Demikian pula kawan-kawan guru dan siswa yang tidak memiliki akses teknologi, kawan-kawan guru yang berada di daerah 3T. Merekapun dengan segala keterbatasannya dapat berimprovisasi, melakukan inovasi dengan memanfaatkan fasilitas sekedarnya agar tetap bisa melayani anak didik,” ujarnya.

Prof. Unifah Rosyidi melanjutkan, “Inilah momentum. Pandemi Covid-19 kita jadikan momentum untuk bangkit bersatu, belajar bersama, tertib bersama, dan bergerak bersama melawan Coronaā€¯, melawan kemalasan, melawan ketertinggalan, melawan hal yang semula dirasa tidak mungkin menjadi mungkin.”

Terkait hal itu, PGRI mengharapkan kepada pemerintah agar lebih fokus menginvestasikan pada sarana dan prasana agar akses terhadap listrik dan internet makin meluas dan dijangkau masyarakat hingga ke pelosok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *