by

Kepala SD Negeri I Kedungbenda , Hidayah Dwi Lestari, S.Pdi – Kebersamaan Modal Awal Perubahan Paradigma

-Uncategorized-52 views

1bb83375-7794-4346-bf9b-9fc410b069bf

Desa Kedungbenda merupakan salah satu dari 19 Desa diwilayah Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Berada di ujung paling barat Kecamatan Kemangkon berbatasan dengan Kabupaten Banyumas.

Tahun ini, SD Negeri 1 Kedungbenda berusaha mengubah paradigma lama tentang dunia pendidikan di sekolah itu. Dulu banyak beranggapan bahwa sekolahan ini tidak berkembang dan terpinggirkan.

Kepala SD Negeri I Kedungbenda , Hidayah Dwi Lestari, S.Pdi mengungkapkan, bersama para orang tua yang tergabung dalam Komite Sekolah dan seluruh guru, SD Negeri 1 Kedungbenda akan melakukan perubahan paradigma kegiatan belajar mengajar.

“Saya optimis sekolah ini bisa maju dan berkembang, modalnya adalah kebersamaan. Sekarang baik wali muri, komite, masyarakat dan kepala desa serta perangkatnya sudah sepakat bekerja sama memajukan sekolah di desanya,” ungkap Istri Ir H Sugeng Suyatno MP, anggota DPRD Kabupaten Purbalingga.

Hidayah menambahkan, sekolahanya memiliki banyak pekerjaan rumah yang berat dan harus segera dilakukan pembenahan. Bersama Komite Sekolah, masyarakat, mampu mengumpulkan dana untuk biaya pembenahan awal.

Dana yang terkumpul itu kemudian digunakan untuk mendirikan tembok keliling sekolah, merapikan kamar mandi siswa, pengadaan air bersih dengan cara membuat sumur di komplek sekolah dan memasang tangki air, pembuatan kran air pencuci tangan, pengadaan kipas angin di semua ruang kelas, pengecatan dinding sekolah, penanaman bunga di lingkugan sekolah dan pembuatan pintu gerbang sekolah.

“Ternyata masyarakat Kedungbenda justru menyambut baik program kami, dan mereka semangat untuk ikut membantu, menyumbang dana. Sehingga program pembenahan fisik sekolah terealisasi,”ungkapnya.

Hidayah menjabat sebagai kepala SD Negeri I Kedungbenda baru satu tahun setelah dipindatugaskan dari SD Negeri I Palumutan berbareng dengan Cakap Hermawan, S.Pd.  yang dimutasi dari SD Negri I Gambarsari.

“Jadi kami berdua benar-benar orang baru yang harus berhadapan dengan beberapa hal yang baru, salah satunya adalah kondisi sekolah yang butuh pembenahan. Nah, untuk pengembangan dan desain bangunan serta tata ruang dikerjakan Pak Cakap, guru yang banyak memiliki pengalaman dalam memajukan sekolah,”ungkapnya.

Cakap Hermawan menambahkan, dalam melaksanakan pembenahan agar sekolah menjadi sehat, bersih dan modern. Pemesanan material harus berkualitas tinggi, untuk toilet menggunakan pintu kaca, keramik yang bagus. Pada tembok keliling ditanami tanaman-tanaman bunga agar nampak teduh dan indah. Semua didinding kelas dan ruang guru dicat dengan warna sejuk. Semua ruang kelas dan guru dilengkapi kipas angin.

“Saya tidak mau setengah-setengah, kalau mau membangun sekolah harus total. Saya gunakan materal dan barang-barang yang berkualitas, walaupun harganya mahal. Karena sekolah ini kan akan digunakan seterusnya,”tegas pria kelahiran 7 Aril 1962 yang mengawali tugasnya sebagai pengajar di SD Negeri 2 Sumilir pada tahun 1985.

Cakap menambahakan, untuk menjaga keamanan, ketertiban,kebersihan dan keindahan sekolah, diperlukan kerjasama guru-guru untuk memberikan pemahaman terhadap para siswa. Agar mereka mampu saling menjaga dan merawat fasilitas sekolah yang sudah dibangun dan disediakan.

“Bagi saya, sangat penting pembangunan fisik juga harus dibarengi pemberdayaan mental dan prilaku,”ungkapnya.

Untuk itu lanjutnya, akan terus diupayakan agar apar siswa memahami keindahan dan kebersihan yang merupakan modal utama kenyamanan belajar.  “Dan, hasilnya ternyata tidak ada satupun coretan pensil atau alat tulis apapun pada dinding kelas, bahkan tiap hari ada saja yang membersihkan kaca pintu toilet dan menyirami bunga,”ungkapnya

Kedepan, SD Negeri 1 Kedungbenda sedang diupayakan pengadaan LCD proyektor untuk fasilitas belajar mengajar di seluruh kelas. Direncanakan tahun ajaran 2016-2017 sudah terealisasi proses belajar mengajar menggunakan layar projector.

“Untuk memajukan nilai akademis yang sangat tertinggal di SD Ngeri I Kedungbenda, saya upayakan setiap kelas harus menggunakan layar projector. Agar anak dan guru mudah dalam memberikan materi pelajaran, tanpa harus susah-susah menulis di papan tulis. Karena tujuannya untuk mengejar ketertinggalan yang selama ini tidak diperhatikan,’tuturnya. (sinnangga).

 

SD Negeri I Kedungbenda

Pertama Kali Gelar Panggung Pentas Seni

 

Acara pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 1 Kedungbenda Kemangkon Purbalingga tahun ini terlihat berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun lalu. Sabtu (4 Juni 2016), Pentas seni siswa menjadi yang pertama dalam sejarah pelepasan siswa SD Negeri 1 Kedungbenda .

Kepala SD Negeri I Kedungbenda, Hidayah Pujilestari, S.Pdi mengungkapkan, tahun-tahun lalu acara pelepasan dilakukan di luar sekolah, seperti tempat wisata atau tempat-tempat yang diinginan anak-anak.

“Tapi untuk tahun ini, kita mencoba menggelar di lingkungan sekolah,”ungkapnya kepada elemen disela-sela kegiatan yang dilaksanakan di aula balai desa Kedungbenda.

Ia menambahkan, momen pelepasan yang meluluskan 27 siswa ini diisi pentas tari Jawa Tengah dan Jawa Timur,  tari modern seperti tari golek manis, gambang suling, kipas ganyol banyumasan, senam penguin, Arabic dance, serta pementasan drama drama garapan sutradara Angga Sinannga.

“Ini atas gagasan Pak Cakap Hermawan yang dibantu oleh Pak Febri dan Bu Robiah sebagai pelatih tari dan paduan suara,”ungkapnya.

Tujuan pementasan ini lanjutnya,  untuk membuktikan bahwa potensi siswa SD Negeri I Kedungbenda sangat besar dan harus terus menerus ditumbuhkembangkan. Para orang tua harus yakin menyekolahkan anak-anaknya. Penanaman kedisiplinan yang tertanam pada anak didik sudah terlihat sejak SD Negeri I Kedung benda memberlakukan pemberian jam pelajaran ekstra tambahan, yaitu pelajaran Baca Tulis AlQur’an (BTQ) yang diajarkan sebelum  jam pelajaran sekolah dimulai.

“Pelajaran BTQ juga memberikan dampak sikologi tentang kedisiplinan. Maksimal jam setengah tujuh anak-anak sudah masuk kelas. Jadi ketika guru datang, anak-anak sudah ada di kelas.” ngkapnya. (sinnangga)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *