by

Kemkominfo Rilis 19 Laporan Berita Bohong Terkait Pemilu 2019

-Uncategorized-140 views

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) mengungkapkan ada sekitar 22 berita bohong  yang tengah marak. Di antaranya, berita yang menyebutkan banyak WNI memilih bepergian keluar negeri karena ketakutan kondisi negara memburuk saat Pemilu, serta kabar perhitungan hasil Quick Count di Metro TV yang mengatakan Prabowo menang.

Secara spesifik, berita bohong yang bertebaran banyak menyorot soal cara-cara yang digunakan kedua calon presiden untuk meraih kemenangan dalam Pemilu 2019. Ragam berita bohong ini kebanyakan menyebut nama Prabowo Subianto dan Jokowi, serta kecurangan yang disebut terjadi di banyak tempat seperti di TPS Kedopok Probolinggo.

Termasuk berita yang mengabarkan bahwa Sandiaga Uno diusir Prabowo karena tak setuju deklarasi. Kominfo menyatakan hal itu tak benar, karena pada saat itu Sandiaga sedang turun kondisi kesehatannya.

Pada Maret lalu, Kemkominfo telah mencatat adanya peningkatan berita bohong politik jelang Pilpres 2019. Saat itu, mulai tanggal 1 – 20 Maret, terdata sekitar 200 peredaran berita bohong.

“Kalau bulan Februari itu ada 300 berita bohong. Sementara sampai pada 20 Maret ini sudah lebih dari 200 hoaks. Akhir bulan bisa tembus 400 berita bohong,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu

Menurut Undang Undang yang berlaku di Indonesia, pelaku penyebaran berita bohong bisa terancam pasal 28 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang meliputi soal ujaran kebencian.

Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: [email protected] atau akun twitter @aduankonten.

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *