by

Jenderal Polisi Hoegeng, Sosok Pencetus Penggunaan Helm di Indonesia

-Uncategorized-87 views

Nama tokoh ini tidak bisa dilepaskan dari guyonan/candaan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berisi cerita tiga polisi jujur.  Tokoh ini bernama Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Kapolri ke-5 yang dilantik pada 1 Mei 1968 ini melegenda karena kejujuran, ketegasan, dan juga kebersahajaannya.

Hoegeng menjadi panutan tak hanya bagi anggoa Polri, tapi juga bagi aparat penegak hukum lainnya. Integritasnya yang tinggi membuatnya disegani sekaligus diteladani.

Selain tenar dalam candaan Gus Dur “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng”. Ternyata pria yang lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Jawa Tengah adalah sosok pencetus penggunaan helm di Indonesia. Dulu di Jakarta banyak kasus kecelakaan lalu lintas pengendara sepeda motor, baik yang mengendarai maupun yang membonceng. Banyak yang menjadi korban kecelakaan, karena tidak menggunakan helm. Hal tersebut kemudian menjadi dasar peraturan menggunakan helm

Kapolri ke-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Ide Hoegeng lahir dari kenyataan Indonesia dan perbandingan luar negeri, yakni peraturan praktis bagi para pengendara sepeda motor agar selalu memakai helem. Posisi duduk bagi para pengendara sepeda motor harus mengangkang. Hal tersebut dirasakan langsung  pengalaman Hoegeng, ketika Hoegeng mengunjungi Jerman Barat, Belanda, dan Inggris.

Hoegeng ikut turun tangan mewajibkan pemotor roda dua mengenakan helm dengan mengeluarkan maklumat kewajiban pemakaian helm yang mulai berlaku pada 1 November 1971. Pengabaian pada maklumat Kapolri akan berakibat pencabutan rebewes atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Lalu banyak orang bertanya, seperti apa kira-kira wujud helm untuk pemotor roda dua itu?

Polisi pun merumuskan secara lebih terang apa itu topi pengaman. Pertama, pinggir topi harus berlapis karet atau plastik supaya tidak melukai orang. Kedua, bagian dalam topi mempunyai bantalan untuk meredam benturan. Ketiga, topi memiliki tali pengikat agar tak mudah lepas. Keempat, topi pengaman mesti berlubang ventilasi angin demi memudahkan sirkulasi udara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *