by

Istri PNS Tertangkap Gelapkan Mobil Sewaan

-Uncategorized-42 views

Istri seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas pada
salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dinas di Kecamatan Kroya,
terancam hukuman empat tahun penjara karena menggelapkan mobil sewaan.

“Perempuan yang menjadi tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan
mobil rental ini berinisial PY (32), warga Desa Pucung Kidul,
Kecamatan Kroya,” kata Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya
didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Sulistiono dan Kasubbag Humas AKP R
Bintoro Wasono, Senin (11/5).

Modus yang digunakan PY yakni dengan cara menggadaikan mobil sewaan.

Penangkapan terhadap PY dilakukan atas dasar laporan Warsito (37),
warga Desa Kepudang, Kecamatan Binangun, pada 20 April 2015 yang
mengaku jika mobil Daihatsu Xenia berplat nomor R-8919-BK miliknya
yang disewa oleh pelaku dengan harga Rp 160 juta, tidak dikembalikan
meski telah melewati batas waktu sewa.

Atas dasar laporan tersebut, anggota Satreskrim mencoba memancing
pelaku dengan mengaku akan merentalkan mobilnya.

Hingga akhirnya, pelaku dapat ditangkap pada 1 Mei di salah satu rumah
makan di daerah Buntu, Banyumas.

Dan pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres Cilacap guna menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku menyewa mobil
milik korban untuk jangka waktu satu hingga dua minggu dengan biaya
sewa sebesar Rp 300 ribu per hari.

Guna meyakinkan korban, pelaku meninggalkan fotokopi KTP dan beralasan
jika mobil tersebut akan digunakan oleh anak pamannya yang baru pulang
dari luar negeri.

Namun, mobil tersebut ternyata digadaikan oleh pelaku kepada seseorang
di daerah Brebes dengan harga Rp 25 juta melalui seorang perantara
yang berasal dari Desa Rancah, Kecamatan Binangun, Cilacap.

“Setelah batas waktu sewa berakhir, pelaku tidak mengembalikan mobil
tersebut dan setiap kali korban menanyakan, pelaku hanya memberikan
janji-janji saja. Oleh karena itu, korban akhirnya melapor kepada
kami,” jelas AKP Bintoro.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku jika uang hasil gadai mobil tersebut
digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari dan membayar utang.

Pelaku bakal dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman
hukuman empat tahun penjara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *