by

Ini  5 Kategori Tsunami yang Perlu Diketahui

-Uncategorized-61 views

Sebagian warga mungkin tak banyak mengenal pelbagai jenis Tsunami. Rangkuman Istilah Tsunami terbitan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) pada 2007, sedikitnya menjelaskan sejumlah hal di antaranya sejarah Tsunami di Indonesia.

Baca Juga : Masyarakat Punya waktu 30 Menit Untuk Menyelamatkan Diri Saat Tsunami

Kata Tsunami sendiri berasal dari istilah Jepang yakni tsu yang berarti pelabuhan dan nami yakni gelombang. Secara umum, Tsunami merupakan gelombang yang biasanya ditimbulkan guncangan macam gempa dan longsor di dasar laut.

Tak hanya sejarah, Unesco dalam rangkuman itu juga menjelaskan sejumlah klasifikasi Tsunami berdasarkan dampaknya. Peristiwa pertama yang tercatat adalah Tsunami Banda pada 1674 silam. Setelah itu, sekitar 173 Tsunami berskala besar dan kecil terjadi sepanjang 1674-2016.

Baca Juga : Tsunami,  Di Jepang Istilah Tsunami Sudah Dipakai Sejak tahun 1600-an

Berikut sejumlah kategori Tsunami.

Mikrotsunami

Jenis Tsunami ini tak bisa dideteksi oleh mata dan relatif berbahaya. Jenis ini memiliki amplitudo yang kecil sehingga sulit dideteksi lebih awal dan harus menggunakan alat tertentu.

Tsunami Lokal

Jenis ini memiliki dampak menghancurkan terbatas pada radius 100 km dari sumber gempa. Pada umumnya, Tsunami lokal timbul karena gempa bumi, tanah longsor, dan aliran lahar vulkanik.

Tsunami Regional

Tsunami jenis ini lebih besar 10 kali lipat dari Tsunami lokal dan dampaknya mencapai mencapai 1.000 km dari sumbernya. Tsunami ini memiliki waktu perjalanan 1-3 jam dari titik sumbernya.

Tsunami Jauh

Bermula sebagai Tsunami lokal, teletsunami atau Tsunami jauh merupakan gabungan gelombang lokal yang melintasi samudera dengan energi besar. Dampak kehancuran dapat mencapai radius lebih dari 1.000 km, salah satunya terjadi di Aceh pada 2004 lalu.

Tsunami Atmosfer

Bukan hanya berdampak di daratan, Tsunami juga menimbulkan tekanan atmosfer melaju cepat di atas laut dangkal. Kecepatan ini hampir sama dengan kecepatan gelombang sehingga keduanya berkemungkinan beriringan.

Peneliti Geofisika Kelautan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto sebelumnya menjelaskan Tsunami sangat memengaruhi kondisi pesisir dan bawah laut karena gelombangnya bersifat menghantam.

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *