by

Hadi Gunawan, S.Pd – Ketua MGMP Penjasorkes SMK Kabupaten Purbalingga

-Uncategorized-134 views

Lulusan SMK Harus Disiplin Hadapi Dunia Kerja

gunawan

Disiplin merupakan kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, biasanya menunjuk pada ketaatan atau kepatuhan seseorang teradap suatu aturan.

Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah.

Menurut Hadi Gunawan, S.Pd Ketua MGMP Penjasorkes SMK Kabupaten Purbalingga, dalam menerapkan disiplin disekolah, terdapat teknik-teknik yang dipergunakan oleh pendidik disekolah, dengan bimbingan dan penyuluhan ataupun dengan pendidikan jasmani. Pengembangan dengan pendidikan jasmani disekolah membutuhkan ketrampilan, seperti ketrampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan olah raga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur, dan kerjasama) serta pembiasaan pola hidup sehat.

”Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional didalam kelas yang bersifat kajian teoritis. Namun, melibatkan unsure fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial,”ungkap guru Penjasorkes SMK Negeri 1 Bukateja kepada elamen (19/1).

Pasalnya, pendidikan jasmani di sekolah merupakan salah satu bagian dari pendidikan keseluruhan, pendidikan jasmani membimbing perkembangan siswa kearah yang positif dalam aspek kognitif (wawasan berpikir), psiko motorik (ketrampilan), dan afektif (sikap).

Tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, karena gerak sebagai aktivitas jasmani itu merupakan gerak dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alamiah berkembang searah dengan perkembangan zaman.

”Disiplin harus dijadikan nomer satu. Untuk mengahsilkan mutu pendidikan yang bagus khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus diarahkan peningkatan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global,”ungkap pria lulusan IKIP Negeri Semarang tahun 1997.

Gunawan menegaskan, peningkatan relevansi pendidikan ini dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan SMK yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Namun, untuk tercapainya tujuan pendidikan itu , diperlukan kerjasama yang baik dan saling pengertian antar ketiga lingkungan pendidikan.

“Perlu ditegaskan, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat harus terus berkomunikasi,”ungkapnya.

Penanggulangan masalah ketidaksiplinan siswa

Kedisiplinan belajar siswa dapat terjadi secara optimal bila pihak sekolah dan guru melakukan perbaikan proses belajar mengajar yang menjadikan siswa itu memiliki tingkat yang sama yaitu: sama-sama mencari ilmu tanpa ada dinding pemisah yang menghalangi.

“Resepnya, antara guru dan siswa harus tercipta kerjasama yang baik dan siswa pun menjadi bersemangat dalam belajar karena siswa merasakan suasana kekeluargaan,”ungkapnya.

Selain itu lanjut Gunawan, para guru jangan melupakan bahwa disiplin sama pentingnya dengan proses pengajaran itu sendiri. Sebab, keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah tidak lepas dari sikap disiplin para siswa,dan peran guru di dalam mendisiplinkan para siswa-siswanya dengan baik.

Adapun peran dan upaya guru di dalam mengentaskan masalah terhadap ketidaksiplinan siswa adalah dengan cara guru memberi contoh dan melaksanakan dengan baik mengenai kedisplinan,agar siswa dapat  mencontoh dari sikap kedisplinan guru.

Penanggulangan masalah ketidaksiplinan siswa dapat dilakukan pengendalian baik preventif,represif dan kuratif,dengan cara pendekatan terhadap siswa yang tidak disiplin,guru  dapat menasehati siswanya, diberi bimbingan pada siswa, dilakukan sosialisasi terhadap siswa akan pentingnya bersikap disiplin, dibutuhkan dorongan terhadap siswa agar selalu menerapkan kedisiplinan.

Disiplin akan tumbuh dengan baik atas kemauan diri sendiri, tetapi apabila disiplin didasarkan bukan atas kemauan diri sendiri maka yang terjadi disiplin tidak akan tumbuh dalam diri anak tersebut.

“Ketika memasuki dunia kerja, siswa tidak akan kaget, karena dengan kedisiplinan yang telah diterapkan dan ditanamkan akan mendorong keberhasilan dan kesuksesan bagi diri siswa sendiri,”pesan Gunawan.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *