by

GP Ansor Purbalingga, Menolak Khilafah di Indonesia

-Uncategorized-46 views

PURBALINGGA – Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama Barisan Ansor Serba Guna (Banser) menolak konsep pemerintahan khilafah karena konsep kepemimpinan itu tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Konsep ini dinilai merongrong keberadaan NKRI sebagai bentuk negara yang final di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) GP Ansor Pusat Ulil Archam dan saat beraudiensi bersama jajaran GP Ansor Purbalingga dengan Kepala Polres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Anom Setyadi di Mapolres Purbalingga, Selasa (20/4).

Lebih lanjut, GP Ansor dan Banser Indonesia meolak keberadaan gerakan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam di Indonesia yang dinilai berpotesi memecah belah persatuan umat Islam dan menggoyahkan NKRI.

“Kami juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk tidak terhasut oleh hasutan dan provokasi ormas yang berusaha menjelakan negara Islam dengan dengan khilafah di wilayah Indonesia. Kepada segenap organisasi, lembaga Islam, masjid, mushala dan keluarga muslim untuk meningkatkan kewaspadaan dan berupaya menangkal berkembangnya ormas penyebar konsep khilafah tersebut,” katanya.

Ketua GP Ansor Purbalingga Moch Salim Effendi menambahkan, pihaknya mendukung langkah cepat, tepat dan tegas pemerintah untuk melarang ormas yang tidak mau berideologikan Pancasila di Indonesia dan mendorong pemerintah melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan perundangan yang berlaku.

“Kami juga siap mencabut spanduk yang terpasang yang berisi propaganda-propaganda ormas yang mengusung konsep khilafah, anti-Pancasila, anti-NKRI dan selanjutnya kami serahkan ke pihak berwajib,” katanya.

Sementara itu, Kepala Polres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Anom Setyadji mengatakan, seluruh elemen masyarakat punya tanggung jawab untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terlebih lagi Polri sebagai aparat penegak hukum negara.

“Kami respon positif kegiatan kawan-kawan Ansor dan Banser dalam menjaga keutuhan NKRI. Kami minta agar kita bersinergi dan saling berkomunikasi sehingga apa yang terjadi di lapangan bisa bersama-sama punya tanggung jawab,” katanya.

Terkait spanduk, pihaknya juga sudah mengambil langkah-langkah antisipatif menyaring lebih dulu spanduk yang akan dipasang oleh ormas tertentu. Jangan sampai isi spanduk itu mengganggu kamtibmas dan memecah belah kesatuan, umat beragama, antarberagama dan bernegara.(Ali Mas’udi)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *