by

Geliat Jari Lentik dalam Ekonomi –  Fathonah Sri Utami, S.E

-Uncategorized-52 views

Belajar IPS di era milenial hendaknya bisa membuat peserta didik merasa senang. Tidak ada kantuk, bosan, jenuh atau pusing untuk menghafal rentetan sejarah.Sebagai pendidik  tentunya butuh trik nyentrik agar bisa menjadi guru IPS yang menarik. Salah satunya adalah membawa peserta didik untuk belajar dalam praktik, yaitu ketika peserta didik belajar pada materi Kegiatan Ekonomi.

Kegiatan Ekonomi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh barang dan jasa guna mencapai kemakmuran hidupnya yang terdiri dari kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.Jikalau dalam materi ini guru hanya menjelaskan secara teori saja, tentunya dalam kelas peserta didik akan merasa bosan, tidak tertarik yang akan berakibat hasil capaian belajarnyapun akan kurang baik.

Untuk mengubah ketidaktertarikan peserta didik,guru dapat melakukan cara membawa mereka untuk menjalankan salah satu kegiatan ekonomi dengan berperan langsung sebagai pelaku ekonomi. Contohnya menjadikan peserta didik berperan sebagai Produsen.

Produsen yaitu pelaku kegiatan ekonomi produksi. Sedangkan produksi dalam ekonomi adalah setiap kegiatan atau usaha manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa.

Sesuai potensi lokal di daerah SMP Negeri 4 Bobotsari, yang terletak di Limbasari kali ini peserta didik akan melakukan praktik membuat batik tulis untuk dijadikan taplak meja.Mengapa membatik yang dipilih? Salah satu pertimbangannya adalah agar peserta didik yang sekarang hidup di zaman milenial dengan berbagai godaan antara lain gadjet dan game, untuk kembali mencintai tradisi leluhur yang hampir punah yaitu membatik.

Seperti kita ketahui bersama, batik tulis merupakan pesona Bangsa Indonesia yang sudah mendunia. Dimana batik tulis utamanya, memiliki nilai jual yang fantastis. Hal ini jika tidak kita pelihara, kelak akan punah tergerus moderenisasi. Tidak semua orang bisa melukis dengan lilin atau dalam bahasa banyumas “malam” di lembaran kain batik yang sudah diberi pola atau desain. Butuh ketrampilan dan ketekunan tentunya.

Detail-detail batik pada ukiran canting yang dimainkan jemari pembatik, hasilnya akan menambah nilai estetika pada kain batik. Teknik batik tulis ini membutuhkan rentetan tahapan yang memakan waktu sangat lama dalam proses pembuatannya. Cara membuat batik tulis sangat rumit. Tetapi walaupun waktu pembuatannya lama tidak akan kecewa jika menghasilkan ukiran yang sangat indah.

Untuk membuat batik tulis diperlukan alat dan bahan antara lain; kain mori atau kain batik, canting, gawangan, lilin atau malam, panci beserta kompor dan larutan pewarna.Sedangkan untuk proses pembuatnnya batik tulis memerlukan beberapa tahapan. Tahap awal untuk membuat batik tulis adalah dengan terlebih dahulu membuat pola atau desain gambar sesuai keinginan.Kemudian menebalkan pola yang sudah dibuat dengan canting berisi lilin cair setelah dipanaskan. Bagian kain batik yang tidak diinginkan untuk diwarnai, ditutup dengan cairan lilin dengan istilah “diblok”.

Langkah berikutnya adalah pewarnaan kain, yaitu dengan cara mencelupkan kain batik yang sudah selesai di blok ke pewarna tertentu sesuai selera. Diangin-anginkan agar kering, selanjutnya dibatik kembali untuk menutup bagian yang kedua dengan warna yang berbeda.Seperti tahapan sebelumnya, kain batik dicelupkan ke pewarna yang berbeda, dikeringkan dengan diangin-anginkan.

Sebelum tahapan akhir untuk menjadi kain batik yang siap dipakai, kain batik yang sudah melalui serangkaian tahapan sebelumnya dihilangkan lilinnya. “Glorot” istilah yang dipakai, dengan cara mencelupkan kain batik pada air yang mendidih. Yang terakhir kain batik dicuci dengan air bersih, dijemur di bawah sinar matahari langsung agar kering. Barulah setelah tahapan ini selesai kain batik siap dipakai.

Kegiatan praktik membatik di kelas belum dilakukan secara individu oleh peserta didik. Melainkan masih dibagi dalam beberapa kelompok dalam satu kelas. Setiap kelompok beranggotakan lima orang anak. Masing-masing anak mendapatkan tugas yang berbeda. Pembagian tugas disesuaikan dengan kesepakatan anggota kelompok masing-masing. Ada yang bertugas mendesain atau menggambar pola, membatik,mewarnai dan membersihkan lilin. Tahap pembuatan batik tulis ini diikuti oleh semua siswa dari awal hingga kain batik sudah siap pakai menjadi taplak meja, meskipun pembagian tugas sudah disepakati. Karena setiap siswa nantinya diakhir pembelajaran masing-masing berkewajiban membuat laporan.

Laporan individu inilah yang nantinya akan dipakai guru untuk melakukan penilaian individu, sejauh mana peserta didik memahami hal-hal yang diperlukan dalam proses produksi.Proses produksi membutuhkan faktor-faktor produksi, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia berupa tenaga kerja, modal dan skill atau kewirausahaan.Guru juga bisa langsung mengamati dan menilai sikap peserta didik selama praktek. Dengan harapanselain ada produk yang dihasilkan berupa taplak meja, guru dapat mengarahkan peserta didik untuk tidak melupakan tradisi membatik dari beberapa orang tua peserta didik yang menjadikan membatik sebagai matapencahariannya.

Membatik tidak harus dilakukan wanita, priapun bisa mengambil peran dalam proses membatik. Guru juga bisa mengarahkan peserta didik yang memiliki kemampuan menggambar pola yang bagus dan kreatif untuk bisa mengembangkan bakatnya tersebut agar bisa menjadi disainer batik yang handal.

Adanya kegiatan praktik langsung membatik oleh peserta didik, besar harapan akan menumbuhkan jiwa ekonomi peserta didik yang kreatif, mandiri serta dapat menumbuhkan potensi kewirausahaan mereka. Bagi peserta didik yang tidak memiliki kemapuan memproduksi sebagai produsen bisa diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi lain yaitu distributor ataupun konsumen. Dengan demikian guru bisa dengan mudah menyampaikan materi kegiatan ekonomi secara gamblang. Karena peserta didik langsung mengikuti serentetan proses kegiatan ekonomi manusia dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.

 

 

*) Penulis Guru IPS SMP Negeri 4 Bobotsari

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *